Bupati Rembang: 70 Persen Guru di Jateng Stres

"Kenapa itu terjadi? Karena guru itu rata-rata sekarang dimanapun mereka dibebani pertanggungjawaban administrasi,"

Kamis, 19 Jul 2018 13:24 WIB

Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersilaturahmi dengan guru se Kecamatan Sumber, Rabu sore (18/07). (Foto: KBR/Musyafa.)

KBR, Rembang- Berdasarkan survei dan riset Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, sebanyak 70 % guru di Provinsi Jawa Tengah, mengalami stres. Bupati Rembang, Abdul Hafidz, melontarkan data tersebut saat bertemu dengan guru di Kecamatan Sumber, Rabu sore (18/07).

Hafidz mengatakan stresnya guru, karena mereka dibebani pertanggungjawaban administrasi cukup banyak. Ia mencontohkan bentuk pertanggungjawaban administrasi yang ditanggung guru yaitu ketika sekolah mendapatkan kegiatan fisik dan non fisik, termasuk Biaya Operasional Pendidikan (BOP). Laporan pertanggungjawaban berupa kalimat demi kalimat, serta rupiah demi rupiah dikoreksi oleh pengawas.

Kata dia, kondisi semacam itu dikhawatirkan membuat guru kurang fokus mengajar.

"Di Propinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa guru itu 70 persen menunjukkan stres. Survey dan riset dari Undip. Dirilis bahwa guru di Jawa Tengah, stres. Stres itu jangan dikonotasikan jelek lho ya? Stres itu ya kurang fokus. Ngglambyar kabeh. Kenapa itu terjadi? Karena guru itu rata-rata sekarang dimanapun mereka dibebani pertanggungjawaban administrasi," terangnya.

Lebih lanjut Bupati mengimbau guru untuk menghindari stres, agar dalam kondisi apapun diniatkan baik. Menurutnya, pekerjaan yang ada dikelola dengan maksimal. Jangan sampai melupakan tugas utama guru, mencerdaskan anak didik.
 
“Semoga nggak mengeluh dan jangan merasa berat. Dijalani sebaik mungkin, seefisien mungkin dan semaksimal mungkin. Ingat, tugas guru adalah mencerdaskan anak didik,“ imbuh Bupati.

Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Sumber, Margono menjelaskan dalam kegiatan kali ini diikuti 435 orang. Mulai guru Kelompok Bermain (KB), guru Taman Kanak-kanak (TK), kepala Sekolah Dasar (SD), guru SD dan purnawirawan guru.
 
“Soal beban menyelesaikan administrasi segitu banyak, anggap sebagai rutinitas. Yang penting guru mampu mengatur waktu, prioritas tetap mengajar,“ ungkap Margono.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.