Pembunuhan Gajah, Polisi Periksa Tiga Warga Aceh Tengah

BKSDA Aceh mencatat sejak 2010 hingga 2017 terdapat 47 ekor gajah mati di wilayah itu. Jumlah itu termasuk satu janin gajah berusia 12 bulan yang ditemukan mati di alur sungai Kabupaten Pidie.

Kamis, 20 Jul 2017 17:17 WIB

Polisi memasang garis polisi di lokasi penemuan gajah terbunuh di Dusun Payalah, Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (20/7/2017). (Foto: KBR/Erwin Jalaluddin)

KBR, Lhokseumawe – Kepolisian Resort Aceh Tengah, Provinsi Aceh memeriksa tiga orang sebagai saksi terkait temuan gajah mati terbunuh dengan kondisi gading hilang.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Aceh Tengah, Fadil mengatakan pemeriksaan tiga orang itu dibutuhkan untuk mengungkap perkara perburuan satwa liar secara sadis itu.

Saksi yang diperiksa adalah tiga warga Dusun Payalah, Desa Karang Ampar, yaitu seorang petani atas nama Yususf Alamsyah (52 tahun) serta dua aparat desa yait Kepala Dusun Payalah atas nama Suhaili (34 tahun) serta Kepala Desa Karang Ampar bernama Saleh Kaderi (49 tahun).

"Kita sedang mendalami pemeriksaan lanjut lanjutan, karena kemarin masih mengintrogasi secara lisan saja. Sedangkan saksi atau pelaku sedang kita kejar terus, lewat introgasi. Jadi, sementara ini tim masih dalam penyelidikan. Tim juga berkoordinasi dengan Balai Konservasi untuk mendatangkan dokter untuk membedah secara keseluruhan organnya gajah," kata Fadil kepada KBR, Kamis (20/7/2017).

Gajah yang menjadi korban perburuan adalah gajah jantan berusia sekitar 40 tahun. Gajah itu ditemukan mati dengan kondisi kepala membusuk di Dusun Payalah, Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pada Rabu (19/7/2017). Gajah itu diduga mati ditembak menggunakan senjata api. Kepala gajah hancur dan sepasang gading sepanjang satu meter hilang.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, kematian gajah di Aceh Tengah ini merupakan yang keempat kalinya terjadi di Provinsi Aceh sepanjang tahun ini.

"Kami diberitahukan polisi yang bertugas di Polsek Ketol, bahwa ada bangkai gajah mati di salah satu kebun warga di sana. Kami bersama Polsek bergegas turun melakukan pengecekan ke lokasi, ternyata benar informasi itu," kata Sapto Aji kepada KBR, Rabu (19/7/2017).

Lokasi tempat penemuan gajah kini dipasang garis polisi. BKSDA Aceh siap melakukan otopsi sesuai arahan dari aparat keamanan untuk mengetahui penyebab pasti gajah mati.

BKSDA Aceh mencatat sejak 2010 hingga 2017 terdapat 47 ekor gajah mati di wilayah itu. Jumlah itu termasuk satu janin gajah berusia 12 bulan yang ditemukan mati di alur sungai Kabupaten Pidie dan satu ekor anak gajah bernama Paijit yang dalam proses perawatan ketika dipulangkan dari Aceh Timur.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

Soal 7 Penyidik, Pengawas Internal Bakal Periksa Novel Dan Miryam

  • 400 Koruptor Dapat Remisi 17 Agustus
  • Seribu Lebih Pendaki Peringati Kemerdekaan di Gunung Slamet
  • Timnas U-22 Gelar Upacara Kemerdekaan di Malaysia

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR