Terdampak Proyek Tol Semarang-Batang, Masjid di Semarang Gelar Salat Idulfitri Terakhir

Masjid itu akan dibongkar, setelah masjid pengganti yang berjarak 60 meter dari lokasi itu selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan.

Jumat, 15 Jun 2018 15:09 WIB

Truk melintasi Masjid Jami' Baitul Mustaghfirin yang masih berdiri di tengah lokasi pembangunan Tol

Truk melintasi Masjid Jami' Baitul Mustaghfirin yang masih berdiri di tengah lokasi pembangunan Tol Semarang-Batang di Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/5). (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

KBR, Semarang- Pengelola Masjid Baitul Mustaghfirin di Kelurahan Tambakaji, Ngalian, Semarang, Jawa Tengah menggelar salat Idulfitri terakhir sebelum menunggu pembongkaran. 

Masjid tersebut akan dibongkar karena terdampak proyek jalan tol Semarang-Batang. Pengelola Masjid, Nur Qosim mengatakan, warga merelakan masjid berusia 38 tahun itu dibongkar.

“Dari warga menerima apa adanya, asalkan dari pihak BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) menggantikan tanah pengganti dan bangunan sesuai dengan harapan. Tidak mengurangi ukuran selebihnya yaitu dari bangunan lama bisa lebih bagus,” ujar Nur Qosim usai Sholat Ied di Masjid Baitul Mustaghfirin, Jumat (15/06).

Baca juga:

Masjid Baitul Mustaghfirin kini masih berdiri di tengah jalan tol fungsional Semarang - Batang. Masjid itu akan dibongkar, setelah masjid pengganti yang berjarak 60 meter dari lokasi itu selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan. Saat ini, pembangunan masjid pengganti baru mencapai 45 persen. 

Proyek jalan tol Semarang-Batang kini mencapai 90 persen dan di musim mudik Lebaran saat ini dibuka sementara.


Editor: Sindu Dharmawan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".