Petugas Selidiki Penyebab Kebakaran di Taman Nasional Baluran

Petugas gabungan sempat kewalahan memadamkan api lantaran angin bertiup kencang sehingga mempercepat api menjalar ke daun-daun kering.

Senin, 25 Jun 2018 12:05 WIB

Ilustrasi kebakaran. (Foto: Kementerian LHK)

KBR, Situbondo - Petugas gabungan masih menyelidiki sebab kebakaran hutan jati di kawasan Taman Nasional Baluran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo dan polisi hutan Taman Nasional Baluran masih mengumpulkan informasi soal ini. Dugaan sementara, terbakarnya hutan yang diperkirakan seluas lebih dari 6 hektare itu lantaran ulah manusia yang sengaja membakar atau membuang puntung rokok.

Kordinator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo Puriono mengatakan, kebakaran Sabtu (24/6/2018) lalu itu terjadi di Blok T12. Kawasan tersebut berada di pinggir Jalan Raya Situbondo yang menghubungkan Kabupaten Situbondo dengan Banyuwangi. Tepatnya, di kilometer 234 arah Surabaya.

"Untuk lokasi di dekat jalan raya sampai di area T 12, di area latihan Puslatpur Marinir," kata Purino di Banyuwangi, Senin (25/6/2018).

Puriono mengungkapkan, petugas gabungan dari Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan BPBD Situbondo, TNI, Polisi Hutan Taman Nasional Baluran serta sejumalh relawan sempat kewalahan memadamkan api karena angin cukup kencang. Sehingga api dengan mudah menjalar ke daun-daun yang mengering. Namun setalah tiga jam lebih api berhasil dipadamkan.

"Untuk penyebab masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang karena tiba-tiba timbul api langsung membakar dahan-dahan jati yang dibawa itu," lanjut Puriono.

Ia memperkirkan kebakaran hutan di Taman Nasional Baluran masih berpotensi terjadi mengingat wilayah Kabupaten Situbondo sudah memasuki musim kemarau panjang.  Karena itu, BPBD mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati –hati ketika melewati kawasan Taman Nasional Baluran.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan tidak sembarangan menyalakan api atau membuang putung rokok di kawasan hutan. Sebab tindakan itu berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan, apalagi memasuki musim kemarau panjang ini.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.