Duga Terjadi Persekusi Pilkada Serentak, Banser Geruduk Kantor DPC PDIP Banyumas

"Itu kegiatan rutin, mujahadah, sembilan orang, berpindah-pindah tempat. Diminta amplopnya,"

Selasa, 26 Jun 2018 20:48 WIB

Puluhan anggota Banser Banyumas menggeruduk Kantor DPC PDIP untuk memprotes dan mengklarifikasi dugaan persekusi terhadap warga NU, Selasa (26/06). (Foto: KBR/Muh Ridlo)

KBR, Banyumas– Puluhan anggota Banser NU Kabupaten Banyumas menggeruduk kantor DPC PDIP Banyumas, Selasa siang (26/6/2018). Mereka menduga, terjadi persekusi terhadap seorang warga NU di Susukan Kecamatan Sumbang, Banyumas, yang menggelar selamatan atau tahlil. Warga NU yang tengah menggelar selamatan itu dituduh melakukan politik uang.
 
Pengurus PCNU Kabupaten Banyumas, Muhaimin menegaskan, tuduhan politik uang oleh Satgas Money Politics PDIP Banyumas itu salah. Kata dia,  kultur tahlil dengan  memberi berkat atau bingkisan kepada peserta adalah tradisi NU yang sudah dilakukan selama puluhan tahun.
 
Dia mengatakan saat ini terjadi pergeseran bentuk berkat selamatan yang tadinya berupa makanan ke berbagai macam bentuk lainnya. Sebagian warga membuat berkat dalam bentuk bahanan makanan mentah. Bahkan, ada pula yang menyisipkan sejumlah uang untuk dibagikan di dalam berkat tahlilan tersebut.
 
Muhaimin  memprotes keras tuduhan dan laporan Satgas Money Politics PDIP Banyumas ke Panwaslu Banyumas. Apalagi, saat datang ke warga NU tersebut, Satgas dianggap tak sopan dan cenderung mengintimidasi.
 
“Namanya begini saudara-saudara. Mau mendoakan apa saja sah. Mau Doa Pilkada, sah. Mau doa orang mati, sah. Mendoakan orang selamat, sah. Itu ajarannya begitu. Bukan dari demo yang diamplopi. Tapi kenapa digerebek, gitu loh. Bahkan dibawa ke Panwas. Itu kegiatan rutin, mujahadah, sembilan orang, berpindah-pindah tempat. Diminta amplopnya, yang biarkan saja. Kita ini memang ada pergeseran kultur lah,” kata Muhaimin di depan Kantor DPC PDIP Banyumas, Selasa siang (26/6/2018).
 
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Keamanan DPC PDIP, Agus Priyanggodo menerangkan Satgas Money Politik PDIP sebatas mendapati ada indikasi praktik politik uang. Dugaan itu lantas dilaporkan ke Panwaslu Banyumas.
 
Ia pun menegaskan, tak ada niatan Satgas Money Politics PDIP untuk bermusuhan dengan warga NU maupun Banser. Dugaan praktik politik uang itu pun akan diperiksa oleh Panwaslu dan Satgas Gakumdu Banyumas.
 
Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun yang memimpin mediasi antara perwakilan Banser dengan PDIP Banyumas  meminta seluruh pihak berfikir secara jernih dan mengedepankan persaudaraan.
 
Setelah mediasi, Banser dan perwakilan PCNU Kabupaten Banyumas maupun PDIP sepakat untuk mengakhiri persoalan. Banser NU Banyumas mencabut laporan dugaan persekusi yang dilakukan Satgas Money Politik PDIP di Polres Banyumas. Adapun PDIP mencabut laporan indikasi politik uang di Panwas Banyumas.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.