Banjir Bandang, 300 Rumah di Banyuwangi Rusak

Tim reaksi cepat BPBD Banyuwangi saat ini terus berupaya melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak.

Jumat, 22 Jun 2018 15:43 WIB

Alat berat mulai diturunkan di lokasi bencana banjir bandang di Desa Alas Malang, Kecamatan Singonju

Alat berat mulai diturunkan di lokasi bencana banjir bandang di Desa Alas Malang, Kecamatan Singonjuruh, Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: KBR/Hermawan)

KBR, Banyuwangi - Sebanyak 300 rumah di Desa Alas Malang Banyuwangi, Jawa Timur, rusak akibat dihantam banjir bandang, hari ini (22/06). Hujan yang terjadi sejak kemarin mengakibatkan hulu sungai di kawasan lereng Gunung Raung longsor. 

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram mengatakan, banjir disebabkan meluapnya sungai Badeng. Eka belum bisa memastikan berapa kerugian yang ditimbulkan banjir bandang ini. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.

“Dari Informasi awal ada sekitar 300 rumah di Desa Alas Malang yang terdampak di Kecamatan Singgonjuruh. Yang paling parah ada di Alas Malang sehingga kita prioritaskan untuk penanganan di Alas Malang. Kan ada longsoran di Gunung Pendil itu dan itu memang setiap hujan berpotensi menimbulkan banjir bandang seperti ini,” kata Eka Muharram hari ini Jumat (22/06) di Banyuwangi.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram menambahkan, tim reaksi cepat BPBD Banyuwangi saat ini terus berupaya melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak. Kata Eka, dampak banjir bandang terus meluas dan bertambah. 

Tiga sungai di Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur meluap akibat longsoran lereng Gunung Raung. Antara lain Sungai Badeng, Kumbo dan Kumaran. Sungai Kali Badeng ini melewati sejumlah kecamatan di Wilayah Banyuwangi, diantaranya Kecamatan Rogojampi, Blimbingsari dan Kecamatan Sempu.

Baca juga:

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".