Arus Balik Dari Banyuwangi Meningkat

Anton Martalius memperkirakan puncak arus balik di Bandara ini terjadi pada H+7 dan 8 lebaran.

Senin, 18 Jun 2018 13:57 WIB

Ilustrasi Bandara Blimbingsari Banyuwangi. (Foto: Antara)

Ilustrasi Bandara Blimbingsari Banyuwangi. (Foto: Antara)

KBR, Banyuwangi - Arus balik di Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Jawa Timur, pada H+3 Lebaran sudah menunjukan peningkatan. Rute penerbangan yang meningkat yakni Banyuwangi-Jakarta dan sebaliknya. 

Manajer Bandara Blimbingsari Banyuwangi Anton Martalius mengatakan, sejak kemarin para pemudik yang hendak balik ke pelbagai kota lokasi kerja mereka mencapai lebih dari 1.200 orang. 

“Diperkirkan di H+7 dan H+8 kira-kira di tanggal 23 dan 24 Juni 2018. Namun kemarin di H+2 itu sudah melihat peningkatan yang cukup signifikan kemarin itu sudah 1213 penumpang. Mungkin hari ini juga sama meningkat di atas 1200 tapi kita lihat saja nanti. Yang pasti kami Angkasa Pura II Bandara Banyuwangi siap melayani angkutan arus balik,” kata Anton Martalius hari ini Senin (18/6/2018) di Banyuwangi.

Anton Martalius memperkirakan, puncak arus balik di Bandara ini terjadi pada H+7 dan H+8 Lebaran. Di mana pada hari- hari tersebut penumpang yang akan balik diprediksi mencapai 1500 orang per harinya.

Dia menambahkan pada musim angkutan mudik dan balik lebaran tahun 2018 ini jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari mencapai 18 ribu lebih. Jumlah ini meningkat 130 hingga 150 persen dibandingkan tahun 2017 lalu yang mencapai 9000 penumpang.

Bandara Blimbingsari saat ini melayani delapan kali penerbangan. Dengan rute Banyuwangi- Jakarta dan Banyuwangi-Surabaya. Sedangkan pergerakan pesawat mencapai 16 pergerakan, meningkat 100 persen dari tahun lalu yang hanya delapan pergerakan. 

Baca juga:

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Ketapang Mulai H+4

Sementara itu, puncak arus balik lebaran dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur, menuju Pulau Bali diprediksi akan terjadi mulai H+4 hingga H+5 lebaran.

Manajer Usaha PT ASDP Ketapang Banyuwangi Ardi Ekapaty mengatakan, di H+4 lebaran atau hari Selasa besok diperkirkan para pemudik yang hendak kembali ke tempat kerjanya di Pulau Bali mulai memadati pelabuhan Ketapang. Kepadatan penumpang kata Ardi akan terjadi pada sore hingga malam hari.

“Loket itu ada 10 buah di sana jadi kita bisa beli disana. Jadi Buffer Zone itu bisa digunakan oleh pengguna roda empat untuk beristirahat. Di Banyuwangi itu ada di jembatan timbang Watudodol. Baliknya itu di plus 4 sampai plus 5,” kata Ardi Ekapaty hari ini Senin (18/6/2018) di Banyuwangi.

Kepadatan kendaraan ini kata Ardi terjadi hingga H+5 Lebaran nanti. Sebab massa cuti lebaran  sudah habis sehingga masyarakat akan mulai kembali bekerja. 

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT ASDP Ketapang telah melayani penjualan tiket online, sehingga masyarakat yang hendak menyebrang ke Bali tidak perlu antre di pelabuhan. Selain itu  loket masuk ke kawasan pelabuhan juga ditambah untuk kendaraan roda dua.

Berdasarkan pantauan KBR di lapangan, pada H+3 lebaran hari ini Senin (18/6/2018) jumlah kendaraan yang hendak menyeberang ke Bali di Pelabuhan Ketapang masih terlihat normal, dengan didominasi kendaraan roda empat dan bus pariwisata. Tidak ada antrean baik di loket masuk pelabuhan maupun di area parkir pelabuhan.

Untuk melayani arus balik Lebaran 2018 ini, PT ASDP tetap menyiagakan 57 unit kapal. Dari jumlah tersebut kapal yang dioperasikan saat ini 32 unit sedangkan 25 unit kapal sisanya disiagakan di kedua pelabuhan, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.  

Editor: Citra Dyah Prastuti

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.