Kepolisian Jombang Sita Puluhan Kilo Bahan Pembuat Petasan

"Ada dua tempat, yang di Desa Brangkal itu pembuat atau produsennya, kalau di Desa itu penyuplai bahannya,"

Selasa, 13 Jun 2017 13:55 WIB

Barang bukti puluhan kilogram bahan pembuat petasan sitaan kepolisian Jombang. (Foto: KBR/Muji L.)


KBR, Jombang- Kepolisian  Bandar Kedungmulyo, Jombang, Jawa timur menyita puluhan kilogram bahan peledak dari tangan seorang warga. Barang bukti tersebut didapat Polisi saat mengerebek produsen petasan di Dusun Semelo, Desa Kayen dan Desa Brangkal pada Selasa (13/6/2017).

Selain bahan mentah, petugas juga menyita petasan dan barang bukti lainnya sebanyak satu pikup. Kepala Kepolisian  Bandar Kedungmulyo, Santoso, mengatakan, Penggerebekan itu berawal dari informasi masyarakat tentang adanya industri rumahan  petasan di Desa Brangkal.

Setelah dilakukan penyelidikan terrnyata informasi itu benar adanya. Hingga akhirnya, petugas menggerebek rumah milik Wahib (57). Dia mengatakan   yang memproduksi petasan tersebut adalah anaknya yang bernama Afan (25).



Kepolisian menyita  barang bukti  meliputi 2000 buah mercon, belerang 50 kilogram, bubuk petasan 10 kilogram, arang 5 kilogram, serta  200 sumbu petasan.

"Ada dua tempat, yang di Desa Brangkal itu pembuat atau produsennya, kalau di Desa itu penyuplai bahannya," kata Santoso.

Dari pemeriksaan  diketahui  bahan baku petasan didapatkan dari seorang berinisial MR (34), warga Dusun Semelo, Desa Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Sayangnya, saat polisi menggeledah rumah tersebut, MR sudah kabur. Polisi menggeledah dua lokasi milik MR, yakni rumah dan gudang. Dari situ, Polisi  menyita sejumlah barang bukti.

Para produsen petasan ilegal ini dijerat dengan Undang-undang darurat dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1