Bahayakan Penerbangan, Ganjar Pastikan Larangan Pelepasan Balon di Bulan Syawal

Sementara Kementerian Perhubungan bakal menyertakan pelepasan balon sebagai agenda wisata

Jumat, 30 Jun 2017 14:16 WIB

Ilustrasi (foto: pixabay.com)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Semarang- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tegaskan pelarangan tradisi melepas balon yang biasa dilakukan masyarakat Wonosobo saat bulan Syawal, meskipun mendapat protes dari warga. Ganjar mengatakan pelarangan tersebut setelah pihaknya mendapat laporan dari AirNav jika tradisi tersebut mengganggu keselamatan penerbangan.

"Saya dikasih laporan dari AirNav itu, bahwa balonnya itu gede banget, bahkan dulu diisi tabung gas, dan tabung gasnya ikut terbang. Lha ini kalau disampluk (tersambar-red) sama pesawat lak cilaka (kan celaka-red). Jadi membahayakan," kata Ganjar saat ditemui KBR di Pelabuhan Tanjung Emas, Kamis (29/06/2017) petang.

Ganjar menyarankan kepada warga Wonosobo untuk mengubah volume balon menjadi lebih kecil, atau mengikat balon dengan tali, seperti layang-layang.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyatakan pihaknya akan menggencarkan sosialisasi larangan penerbangan balon tersebut dan juga bekerja sama dengan kepolisian. "Nah hari-hari ini akan lebih kita intensifkan karena tidak hanya mengganggu penerbangan saja, tapi juga mengganggu tegangan tinggi." ujar Budi Karya kepada KBR di Bandara Ahmad Yani, Jumat (30/06/2017) pagi.

Budi Karya menambahkan pihaknya akan mengelola tradisi tersebut sebagai salah satu agenda wisata dengan menentukan tempat serta ketinggian yang sesuai kualifikasi pada hari yang ditentukan.

Polisi Bakal Tindak
Senada, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono juga menegaskan aparat keamanan akan menindak tegas warga yang nekat melakukan penerbangan balon. "Maka kami minta kepada kapolres untuk sosialisasi dilakukan. Kalau masih diketemukan ada yang melakukan, proses hukum. Selama ini kita hanya memberikan sosialosasi terus beberapa saat. Saya minta proses hukum limpahkan pengadilan," kata Condro saat ditemui KBR di Stasiun Tawang, Kamis (29/06/2017) siang.

Condro menambahkan saat ini Polres Wonosobo telah menindak penyelenggaraan penerbangan balon di 3 lokasi, termasuk salah satunya penyelenggara yang balonnya jatuh di Polres, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

OTT di PN Jaksel, KPK Tetapkan Dua Orang Tersangka

  • DPR Akan Panggil Panglima TNI Terkait Pembelian Helikopter AW 101
  • Polres Jombang Temukan Modus Penjualan Narkoba Secara Kredit
  • Presiden AS Pilih Pertahankan Pasukan dari Afghanistan

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.