Warga Jombang Tolak Pengeboran Lapindo Brantas

Ratusan warga dari Desa Jombok di Kabupaten Jombang menggelar aksi protes menolak kegiatan eksplorasi oleh PT Lapindo Brantas. Warga khawatir kerusakan lingkungan serupa di Sidoarjo berulang.

Rabu, 09 Mei 2018 16:18 WIB

Ratusan Warga Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang saat berdemonstrasi di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang. Mereka menyampaikan protes dan penolakan terkait pengeboran minyak dan gas bumi PT Lapindo Brantas. (Foto: KBR/ Muji L)

KBR, Jombang – Sekitar 200 Warga Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur meluru kantor Pemkab setempat, Rabu (9/5/18).

Kedatangan massa yang tergabung dalam Forum Peduli Lingkungan dan Agraria (Forpala) dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) itu menyampaikan penolakan terhadap kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi di Blok Metro Jombang oleh PT. Lapindo Brantas. Warga khawatir kerusakan lingkungan serupa di Sidoarjo akan berulang di daerahnya.

Salah satu perwakilan warga, Lasmiati mengungkapkan kegiatan tersebut berlangsung tanpa seizin warga. Selain khawatir lingkungan bakal rusak, warga juga mencemaskan soal keberlanjutan perekonomian mereka.

"Kami membela anak cucu kami, kasihan anak cucu kami nanti," kata Lasmiati menyampaikan keberatannya di tengah demonstrasi tolak Lapindo di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang, Rabu (9/5/2018).

Apalagi menurut Lasmiati, warga di desanya hingga kini masih trauma dengan gagalnya proyek serupa oleh PT. Lapindo Brantas di Kabupaten Sidoarjo. Proyek yang penyelesaiannya belum juga dituntaskan pemerintah itu masih membayangi Warga Desa Jombok.

"Semuanya tetangga-tetangga saya juga tidak setuju semua, pokoknya tidak setuju karena kami takut seperti Lapindo (Sidoarjo) kan pernah ada kejadian."

Baca juga:

Menurut warga setempat, dalam kurun waktu sepuluh tahun terahir ini kondisi lingkungan di Kecamatan Kesamben khususnya Desa Jombok pun mulai rusak. Warga curiga, perubahan kondisi itu akibat pengeboran yodium oleh PT. Kimia farma. Selain itu, aktivitas proyek pembangunan Jalan Tol Trans Jawa yang melintas di desa setempat juga dianggap jadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan sekitar.

PT. Lapindo Brantas bakal melakukan pengeboran minyak dan gas bumi di Desa Jombok, Kecamatan kesamben, Kabupaten Jombang. Hingga kini kegiatan eksplorasi alam itu sudah sampai tahap pembebasan lahan dan sosialisasi kepada warga terdampak.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.