Virus WannaCry, Pemkot Bogor yakin Komputer Layanan Masyarakat Aman

"Jadi proteksi jelas aman. Selain itu kami juga punya sistem sekuriti yang kuat."

Senin, 15 Mei 2017 18:23 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bogor-  Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat khawatirkan penyerbaran virus Ransomwere yang dapat mengunci data komputer.  Dinas Komunikasi, Infomatika, Statistika dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor mengklaim sistem keamanannya dapat mengantisipasi masuknya virus tersebut.

Juru bicara Pemkot Bogor, Manan Tampubolon menceritakan tata cara pencegahan dilakukan dari rekomendasi   Diskominfostandi.

"Wifi dan LAN-nya nyala, tapi di Humas tidak diaktifkan ke PC (personal computer) dikarenakan khawatir kena virus," ungkap Manan.

Manan menjelaskan, sebelum perangkat komputer  dinyalakan, dia lebih dahulu mencabut jaringan LAN dan tidak mengaktifkan sambungan wifi ke komputer.

"Bukan komputernya, tapi PC yang ada jaringan LAN atau wifi terkoneksi ke internet dimatikan dulu dan diimbau segera memproses backup data untuk antisipasi Malware Ransomware Wannacry," kata dia.

Sekretaris Diskominfostandi Kota Bogor Asep Zaenal Rahmat mengklaim  hingga kini perangkat komputer yang dipakai di   pelayanan pemerintahan masih bersih dari wabah virus.

"(Komputer) Di Pemkot memakai windows yang legal. Jadi proteksi jelas aman. Selain itu kami juga punya sistem sekuriti   yang kuat. Secara personal perangkat yang digunakan bisa kami arahkan. Ditambah server yang kami gunakan, operating sistemnya memakai linux, itu sudah pasti tidak akan terganggu oleh virus," tegas dia.

Seluruh instansi di lingkungan Pemkot Bogor sebagian besar menggunakan sistem operasi windows pada perangkat komputernya. Padahal, sistem operasi tersebut disinyalir rentan   disusupi virus.

"Yang sangat rentan itu yang menggunakan OS Windows. Kalau yang legal sih mending, karena ada sisi lebihnya terus ada tahapan pengaktifan seperti firewall. Nah untuk yang ilegal, itu yang tidak  bisa kita jamin, karena pas mengaktifkan firewall atau dia menyalakan data share bisa jadi perangkat sudah terdeteksi sama mereka (peretas)," paparnya.

Diskominfostandi  telah memberikan tata cara pencegahan agar komputer yang digunakan tidak dapat disusupi oleh virus meski menggunakan sisten windows.

"Langkah yang harus ditempuh ada kurang lebih 5 tahapan. Pertama mematikan dulu internet, kemudian mematikan makro, lalu mengaktifkan firewall, sistem and securitynya diatur, dan terakhir tetap backup file. Intinya masyarakat jangan panik, tenang saja," tandasnya. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi