Serbuan Belalang Kembara Meluas ke 3 Kecamatan di Sumba Timur NTT

"Lebih mudah mengatasi saat masih berupa telur belalang daripada kalau sudah berubah menjadi belalang dewasa dan sudah terbang," kata Rudi.

Kamis, 04 Mei 2017 20:02 WIB

Ribuan ekor belalang kembara berwarna cokelat melanda lahan-lahan tanaman warga di Sumba Timur, Mei 2017. (Foto: Yulius Dundu Tai)


KBR, Waingapu - Serangan hama belalang kembara meluas di wilayah Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sumba Timur, Rudi Boling mengatakan semula hama belalang berwarna kecoklatan hanya terjadi di beberapa titik lahan pertanian. Namun belakangan meluas hingga tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Rindi, Uma Lulu dan Kecamatan Pahunga Lodu. Kecamatan Rindi paling parah diserang hama belalang itu.

Rudi mengatakan hama belalang mulai mengganggu sejak awal April 2017 hingga saat ini. Serbuan ribuan belalang kembara itu merusak tanaman jagung dan padi milik warga.

"Awalnya kita bisa menekan serangan hama sebelum besar, tapi ada belalang yang lari ke padang dan itu agak sulit kita pantau. Apalagi kalau sampai masuk hutan, bertelur dan menetas," kata Rudi Boling di kantornya, Kamis (4/5/2017).

Rudi menduga hama belalang itu berkembang biak dengan pesat karena cuaca. "Di sini cuacanya sangat mendukung perkembangbiakan belalang. Hujan, lalu panas, hujan lagi, panas lagi. Itu membuat belalang-belalang itu bertelur banyak, menetas dan akhirnya meledak jumlahnya," kata Rudi.

Saat ini Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur masih sibuk mengendalikan hama belalang kembara tersebut, terutama di titik rawan tempat bertelurnya belalang.

"Tim akan langsung menyemprotkan pestisida untuk membunuh telur yang ada. Lebih mudah mengatasi saat masih berupa telur belalang daripada kalau sudah berubah menjadi belalang dewasa dan sudah terbang," kata Rudi.

Serangan hama belalang kembara kerap terjadi di Sumba Timur, NTT. Pada Juli 2016 ribuan belalang juga menyerbu lahan-lahan pertanian warga. Petugas Dinas Pertanian sampai kewalahan, karena meski banyak belalang mati disemprot pestisida, namun banyak belalang baru bermunculan.
 
Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi: Bantuan untuk Kabupaten Asmat Terkendala Akses Transportasi

  • Pemikul Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun
  • Hari Kelima, Kabut Asap Tebal Landa Hong Kong
  • Federer Lolos ke Perempat Final Australia Terbuka

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.