Gudang tempat penimbunan 8 ton bawang putih di Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/5/2017). (Foto: KBR/Alif Irwansyah)


KBR, Bogor - Kepolisian Resort Kota Bogor bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Bogor Jawa Barat membongkar praktik penimbunan bawang putih sebanyak satu truk kontainer, atau sekitar 8,5 ton.

Polisi menemukan timbunan bawang putih itu pada Kamis (18/5/2017) di sebuah gudang besar di Kampung Poncol, RT 01/01, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Condro Sasongko mengatakan penggerebekan itu dilakukan sebagai langkah pencegahan dan penindakan untuk menindak lanjuti dugaan spekulasi monopoli penampungan dan penimbunan terhadap bahan-bahan pokok menjelang bulan Ramadan dan hari raya Lebaran tahun ini.

Condro mengatakan masih menyelidiki lebih jauh penimbunan 8 ton bawang putih itu, apakah akan didistribusikan ke pasar atau ditimbun lebih lama.

"Kami masih dalami dokumen-dokumen dari gudang yang kami temukan. Sekarang kami mengamankan satu kontainer bawang putih yang akan kami selidiki sejauh mana nantinya," kata Condro kepada KBR, Jumat (19/5/2017) pagi.

Condro melanjutkan, bawang putih tersebut diduga diimpor dari China dan Selandia Baru. Selain itu polisi juga menduga gudang tempat penyimpanan tersebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).



Kepolisian, kata Condro, juga akan menyelidiki lebih jauh adanya tenaga kerja di bawah umur sebagai buruh pengupas kulit bawang putih di tempat itu.

"Kita akan selidiki lebih lanjut, karena itu diduga menyalahi aturan ketenaga kerjaan," tandasnya.

Belakangan ini, harga bawang putih melambung tinggi di pasaran. Di Pasar Baru Bogor, harga komoditas bawang putih tembus di kisaran Rp47 ribu per kilogram, naik hampir 10 ribu dari harga stabil sebelumnya di kisaran Rp38 ribu per kilogram.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!