Petani Cilacap Diminta Tanam Padi Akhir Mei 2017

Berdasarkan info badan meteorologi (BMKG) peralihan musim di Cilacap akan terjadi pada akhir Mei.

Minggu, 14 Mei 2017 19:06 WIB

Ilustrasi musim kemarau. Foto: jabarprov.go.id

KBR, Cilacap- Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mengimbau petani segera menanam benih padi menjelang akhir musim penghujan 2017. Berdasarkan info badan meteorologi (BMKG) peralihan musim di Cilacap akan terjadi pada akhir Mei 2017.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Gunawan mengatakan, kebutuhan air pada masa awal tanam dan masa pertumbuhan padi cukup tinggi. Ia juga menganjurkan petani menyiapkan mesin penyedot air untuk mengantisipasi dampak kekeringan pada tanaman muda.

“Penyiapan (antisipasi) tadah hujan itu ya tanam lebih awal, kemudian menyiapkan pompa air, menyiapkan sumur pantek. (Mesin air) dipersilahkan (dipinjam) sudah disiapkan, ada di UPT-UPT (Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian-red) itu. Sawah, sekitar 64 ribu hektar lebih. (target perolehan gabahnya) sekitar 860 ribu ton. Selama ini tidak ada yang mencolok gangguan penyakitnya,”  jelas Gunawan, Sabtu (13/5).

Gunawan mengatakan pemerintah daerah siap meminjamkan mesin sedot air jika petani tak memiliki. Kata dia, tiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian sudah menyediakan mesin sedot ukuran besar yang bisa dipinjam oleh kelompok tani di wilayah tugasnya.

Ia menambahkan pemerintah daerah juga sudah membuat sumur pantek, bantuan mesin sedot air, dan menambah jaringan irigasi untuk mengantisipasi kekeringan. Ia optimistis dengan persiapan yang matang, target perolehan beras pada 2017 sebesar 860 ton dapat tercapai. Jumlah lahan sawah di Cilacap seluas 64 ribu hektar.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1