Pascakebakaran, Warga Suku Baduy Luar Butuh Puluhan Tenda Tambahan

Jumlah keluarga yang terdampak kebakaran sebanyak 118 keluarga dengan jumlah penduduk seluruhnya 362 jiwa. Jumlah rumah yang rusak mencapai 83 unit.

Kamis, 25 Mei 2017 18:41 WIB

Ilustrasi. Sejumlah warga Baduy Dalam ketika mengikuti upacara Seba Baduy di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (28/4/2017). (Foto: ANTARA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - Warga Baduy Luar di Kampung Cisaban, Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Banten membutuhkan sekitar 30 tenda tambahan untuk penanganan pascakebakaran yang melanda rumah warga pada Selasa, 23 Mei lalu.

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kanekes, Sarpin mengatakan tenda tambahan itu dibutuhkan untuk menutupi lumbung-lumbung padi untuk menghindari kerusakan. Sarpin mengatakan saat ini kiriman tenda dari pemerintah daerah baru mencukupi untuk mendirikan saung atau gubuk sementara.

"Tenda kiriman jumlahnya ada sesuai rumah yang terbakar, 83 tenda. Tapi ada juga yang membutuhkan untuk lainnya. Lumbung-lumbung padi ada yang terbakar itu ada 151. Butuh tenda tambahan untuk menutup padi-padinya yang terbakar, sisa-sisa. Terpal sih kemarin sudah lumayan banyak, kalau tenda sudah cukup, tapi mungkin masih butuh sekitar 20-30 tenda lagi," kata Sarpin kepada KBR, Kamis (25/5/2017).

Sarpin mengatakan warga juga telah mendapatkan bantuan sembako dari beberapa institusi pemerintah.

"Kalau sembako sudah ada. Dari BPBD, dari Kapolres Lebak, Kapolda, Pemprov, udah dari kemarin," tuturnya.

Sarpin menambahkan sejak Rabu kemarin warga Suku Baduy yang mengungsi mulai terserang penyakit seperti pusing dan mual. Warga mengeluh sakit karena kelelahan.

"Ada yang sakit-sakit ringan, banyak yang mual-mual, terus ada yang pusing. Tapi sudah ada penanganan dari pihak puskesmas. Petugas medis sudah standby," kata Sarpin.

Terkait rencana pembangunan kembali rumah warga yang terbakar, Sarpin mengatakan hal itu belum dibahas dengan pemerintah daerah. Saung atau gubuk sementara baru dibangun sendiri oleh masyarakat secara gotong royong.

"Sudah mulai gotong royong bangun gubuk dari kemarin. Bahan-bahannya sudah ada. Tinggal ambil bambu dan kayu," ujar dia.

Data dari pemerintah desa menyebutkan jumlah keluarga yang terdampak kebakaran sebanyak 118 keluarga dengan jumlah penduduk seluruhnya 362 jiwa. Jumlah rumah yang rusak mencapai 83 unit.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing