Lolos Jadi Anggota Komnas HAM, Zainal Petir Siap Mundur dari FPI

"Jadi bukan untuk salah satu ormas saja, jadi kalau mau mendaftar atau menjadi komisioner Komnas HAM ya mereka di situ harus bisa menjalankan tugas, fungsi, dan kewajiban sebagai Komnas HAM,"

Selasa, 16 Mei 2017 21:51 WIB

Zainal Abidin Petir, Koordinator Advokasi FPI. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Ketua Advokasi dan Hukum Front Pembela Islam (FPI), Zainal Abidin Petir siap mundur bila terpilih menjadi anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Dia mengklaim, seluruh anggota FPI tidak ada yang mengetahui dirinya mendaftar sebagai Komisioner Komnas HAM.

"Kalau memang secara kode etik itu tidak diperbolehkan merangkap sebagai Ormas, ya kami menjalankan kode etiknya saja," ujarnya. 

Saat ditemui KBR di kantornya Komisi Informasi Publik (KIP) Jateng, Selasa (16/05), Petir membenarkan jika dirinya lolos seleksi tahap pertama.

"Iya betul, saya daftar di Komnas HAM secara administratif lolos. Kemudian ada tes tertulis lolos. Alhamdulilah juga lolos, besok Kamis tanggal 18 ujian tahapan selanjutnya," kata Petir.

Rencananya, seleksi tahap selanjutnya atau dialog publik akan digelar di Pusdik Setneg, Jakarta.

Petirpun membantah   tudingan bahwa ia mendaftar sebagai komisioner Komnas HAM dalam rangka FPI mendekatkan diri kepada lembaga itu.

"Jadi bukan untuk salah satu ormas saja, jadi kalau mau mendaftar atau menjadi komisioner Komnas HAM ya mereka di situ harus bisa menjalankan tugas, fungsi, dan kewajiban sebagai Komnas HAM," tambah Petir.

Selain menjadi Ketua Advokasi dan Hukum FPI, saat ini Petir juga tengah menjabat sebagai Pengurus MUI Komisi Hukum, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Jawa Tengah, Kepala Bidang Advomasi Hukum Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar Kota Semarang (PPJP), serta Ketua Lembaga Advokasi Wartawan PWI Jawa Tengah.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!