Jalan Tertutup Longsor, Puluhan Desa di Aceh Barat dan Pidie Terisolasi

BPBD belum dapat mematikan kapan jalur lintas provinsi itu bisa kembali normal. Hal ini tidak bisa diperkirakan, karena hujan deras masih terus menyelimuti kawasan Geumpang-Tutut.

Jumat, 12 Mei 2017 14:51 WIB

Ruas jalan sepanjang 40 meter di kawasan Geumpang-Tutut Aceh Barat amblas, Jumat (12/5/2017). (Foto: BPBD Aceh Barat/Erwin J)


KBR, Aceh Barat – Akses jalan menuju puluhan desa di Kabupaten Pidie dan Aceh Barat, Provinsi Aceh terputus. Akses terputus karena amblasnya jalur transportasi jalan lintas provinsi di kawasan Geumpang-Tutut.

Badan jalan di daerah itu amblas diterjang longsor sepanjang 40 meter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Syahluna Polem mengatakan jalan itu longsor pasca hujan deras beberapa hari sebelumnya.

Jalur itu terputus total, dan sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan bermotor. Arus lalu lintas mengalami lumpuh total.

"Ini sedang dibuatkan jalan darurat, menggunakan batang kayu kelapa. Tapi kendaraan roda empat tidak bisa melalui lintasan ini. Kita sedang mengusahakan pinggiran jalan dikeruk untuk jalan darurat," kata Syahluna kepada KBR, Jumat (12/5/2017).

Saat ini BPBD mengirim alat berat ke lokasi untuk penanganan longsor. Satu unit alat berat jenis beko milik Dinas Pekerjaan Umum sudah berada di lokasi untuk membantu pembuatan jalan darurat.

Syahluna mengatakan BPBD belum dapat mematikan kapan jalur lintas provinsi itu bisa kembali normal. Hal ini tidak bisa diperkirakan, karena hujan deras masih terus menyelimuti kawasan Geumpang-Tutut.

"Ini lintasan satu-satunya yang berada di area pegunungan Geumpang. Untuk kendaraan harus menunggu beberapa hari. Mungkin bermalam di jalan atau memilih jalur alternatif lain yang jaraknya sangat jauh, berjam-jam melalui jalur Calang, Aceh Jaya," kata Syahluna.

Jalur itu merupakan satu-satunya akses menuju Desa Lancong, Geudong, Meutualang, Bangkeh, Leupu, Pucok, Tutut, Tungkop, Sakuy, Kajeung, Sarah Perlak dan beberapa desa lain sekitarnya.

Baca juga:

 
Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1