Hukuman Cambuk, Warga Mulai Berkumpul di Halaman Masjid di Banda Aceh

Selasa, 23 Mei 2017 09:53 WIB

Petugas mulai bersiaga di tempat eksekusi cambuk bagi pasangan sejenis di Masjid Syuhada, Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (23/5/2017). (Foto: Aulia Ferizal/KBR)

KBR, Banda Aceh- Warga kota Banda Aceh sudah mulai berdatangan di halaman Masjid Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh untuk menyaksikan hukuman cambuk terhadap pasangan sejenis. MT, 24 tahun, dan MH, 20 tahun, divonis bersalah oleh pengadilan setempat karena terbukti bersalah karena jalinan kasih keduanya.

Menurut pantauan KBR di lokasi, pengadilan setempat juga sudah menyediakan panggung di halaman masjid dengan pagar besi di sekililingnya. Sejumlah satpol PP dan polisi syariah juga sudah bersiaga. Tak ada alat pengahalau massa seperti mobil water canon di lokasi.

MT dan MH harus menjalani hukuman cambuk sebanyak 85 kali dengan menggunakan rotan. Mereka disangkakan melanggar ketentuan peraturan daerah atau Qanun Nomor 7 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Ekseskusi ini juga disebut-sebut yang pertama dilakukan bagi pasangan sejenis.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.