Ditolak Suporter PSIR Rembang, Konser Grup Musik NTRL Pindah Lokasi

"Lapangan Gedung Haji kan yang memberi izin tempat yayasan. Begitu ada izin tempat, Polres tinggal buat rekomendasi ke Polda,“

Rabu, 03 Mei 2017 09:40 WIB

Aksi Suporter PSIR menolak stadion dipakai konser grup musik Netral. (Foto: KBR/Musyafa)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Rembang– Konser musik group rock NTRL yang semula akan berlangsung di dalam lapangan Stadion Krida Rembang, Jawa Tengah akhirnya dipindah ke lapangan Gedung Haji dusun Rumbut Malang, Jl. Pemuda Rembang, pada Kamis besok. Pemindahan lantaran gelombang protes kalangan suporter PSIR, supaya konser jangan diadakan di Stadion Krida, karena bersamaan dengan kompetisi sepak bola Liga 2.
 
Kasat Intel Polres Rembang, Antonius Wiyono membenarkan pemindahan konser musik tersebut. Izin tempat sudah dilampirkan oleh penyelenggara konser. Setelah itu, Polres membuat semacam rekomendasi dan dikirim ke Polda Jawa Tengah. Polda pula yang menerbitkan izin, karena pentas mendatangkan group band nasional.
 
“Setelah dipindah, pengamanan menjadi lebih banyak untuk antisipasi penonton yang menerobos. Semua izin, kalau artis nasional  izinnya di Polda dan sekarang izin sudah keluar. Di lapangan Gedung Haji kan yang memberi izin tempat yayasan. Begitu ada izin tempat, Polres tinggal buat rekomendasi ke Polda,“ jelas Kasat Intel Polres Rembang, Antonius Wiyono  kepada KBR, Selasa (02/05).
 
Keputusan penyelenggara memindahkan konser musik dari Stadion Krida ke lapangan gedung Haji, sekaligus menjawab banyak pertanyaan dari pendukung PSIR.

Rohmat, salah satu suporter dari Kec. Kragan mengapresiasi sikap penyelenggara yang memperhatikan aspirasi masyarakat. Menurutnya, kondisi rumput Stadion Krida harus dijaga sesuai peruntukan, terutama sampai kompetisi Liga 2 selesai.
 
Editor: Rony Sitanggang

  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Novel Kembali ke Tanah Air, Eks Ketua KPK: Masih Layak Menjabat Sebagai Penyidik

  • Kembali Ke Indonesia, Novel Akan Tetap Jadi Penyidik KPK
  • 41 Tahun Patok Batas Antar Negara Di Perbatasna Kecamatan Lumbis Tak Pernak Di Periksa
  • Mengancam Kebebasan Pers, Duterte Di Kecam

Dalam beberapa pekan ini Rancangan KUHP (RKUHP) ramai dibicarakan karena dianggap memuat poin-poin atau pasal-pasal yang bermasalah.