Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Bandung

"Masing-masing sejak mulai siang ya J kemarin dengan W. Sementara A ditangkap jam 6 sore kemarin,"

Jumat, 26 Mei 2017 14:21 WIB

Petugas Kepolisian melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di kawasan padat penduduk Gang Warta, Jalan Cibangkong Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/5). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bandung- Densus 88 dan Kepolisian Jabar menangkap 3 terduga teroris  di Kota Bandung serta Kabupaten Bandung Barat. Menurut juru bicara Kepolisian Jawa Barat, Yusri Yunus,  berdasarkan perkembangan penyidikan, ketiganya diduga kuat masih berkaitan dengan bom bunuh diri kelompok Terminal Kampung Melayu.

Kata Yusri Yunus, identitas terduga teroris jaringan bom bunuh diri kelompok  Terminal Kampung Melayu itu adalah berinisial A, W dan J.

"Penangkapan itu masing-masing sejak mulai siang ya J kemarin dengan W. Sementara A ditangkap jam 6 sore kemarin," kata Yusri Yunus melalui telepon, Jumat (26/05).

Yusri menjelaskan terduga teroris Terminal Bus Kampung Melayu inisial J ditangkap di kawasan Pasar Baru, inisial W ditangkap di daerah Buah Batu Bandung. Sedangkan   A ditangkap di bengkel motor Kota Cimahi.

Dia mengatakan guna mengetahui keterlibatan mereka, kepolisian pada hari ini menggeledah tempat tinggal mereka yang berada di kawasan Ciwastra Bandung dan Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung. Penggeledahan serupa juga dilakukan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penggeledahan itu dilakukan di tempat tinggal kerabat bomber Terminal Bus Kampung Melayu berinisial AS.

"Tidak ada penangkapan kalau yang di Garut," ujar Yusri.

Kepolisian Jawa Barat menyatakan seluruh terduga teroris yang ditangkap diperiksa oleh Densus 88 Anti Teror. Kepolisian menyita  barang bukti   10 telepon genggam dan berbagai peralatan elektronik beserta dokumen ditemukan dalam penggeledahan tersebut.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.