Bayi Gajah Ditemukan Mati di Alur Sungai Pidie

"Kemungkinan ini terperosok ke jurang ke dalam situ, dan bagaimana itu bisa terperosok Kita kurang tahu,”

Rabu, 03 Mei 2017 09:52 WIB

Seekor bayi gajah ditemukan mati terperosok di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Alue Kayee Unoe, Dusun Geunie, Desa Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Selasa (2/5). (Foto : BK


KBR, Pidie– Seekor bayi gajah ditemukan mati di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Alue Kayee Unoe, Dusun Geunie, Desa Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Selasa (2/5). Diduga hewan yang dilindungi ini mati akibat terperosok di alur sungai.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan sudah menurunkan tim ahli dan dokter hewan di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tim ditugaskan mencari tahu  penyebab  matinya anak Si belalai panjang itu.

Kata Dia, bangkai bayi satwa liar ini ditemukan mati setelah terpisah dari kawanan atau kelompok gajah lain.

”Ini tim Saya kan baru turun ke lapangan dan belum ada laporan. Cuma, kalau dilihat dari gambar yang dikirimkan melalui ponsel Saya perkirakan ini baru 1 bulan, apalagi ada tali pusarnya. Dugaan Kita sesuai hasil laporan Babinsa kemungkinan ini terperosok ke jurang ke dalam situ, dan bagaimana itu bisa terperosok Kita kurang tahu,” kata Sapto Aji menjawab KBR, Selasa (2/5).

Ia menambahkan, diperkirakan bayi gajah yang mati itu berjenis kelamin jantan dan berusia sekitar 1 bulan. 

”Kalau di daerah itu biasanya kelompok gajah itu sekali turun bisa-bisa sekitar 20 ekor. Banyak kawanan gajah liar di sana,” lanjutnya.

BKSDA Aceh mencatat pada 2017 ada 3 kasus terkait matinya gajah yang ditemukan di Aceh, yaitu di Aceh Timur, Gayo Lues dan Pidie. Kasus di Aceh Timur dari hasil indentifikasi  ada bekas lima tembakan di tubuh gajah. Sedangkan kasus di Gayo Lues dugaan sementara kerena diracuni.

Total sepanjang tahun 2010-2017 sudah tercatat 45 ekor gajah ditemukan mati. Kematian binatang itu dikibatkan oleh 3 faktor, yaitu dengan cara diburu, dijerat dan diracun.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

MA: Praperadilan Tak Gugur Selama Dakwaan Belum Dibacakan

  • Selain Praperadilan, KY Juga Pantau Sidang Novanto di Pengadilan Tipikor
  • Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Cilacap Alami Peningkatan
  • Kongres Sepakat Perpanjang Darurat Militer Mindanao