2 Penambang Tradisional Tewas Keracunan Asap, Bupati Lebong Siapkan Evaluasi

"Kita akan mengevaluasi semua tambang tradisional yang ada dan melakukan pengecekan."

Jumat, 12 Mei 2017 13:19 WIB

Korban keracunan asap di lobang tambang sedang menjalani perawatan di RS Lebong (Foto: Ist)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Rejang Lebong- Bupati Lebong, Bengkulu Rosjhonsyah mengatakan penyebab kecelakaan   di tambang emas tradisional di Desa Gunung Alam Kecamatan Pelabai karena kelalaian  pekerja tambang.  Kata dia,  di wilayah tersebut   banyak  pekerja tambang tradisional yang mengeksploitasi emas tanpa menggunakan peralatan memadai dan alat keselamatan yang memenuhi standar.

"Saya melihatnya itu merupakan kelalaian para pekerja tambang. Karena info yang didapat mereka tidak menggunakan alat perlindungan diri yang standar dan juga prosedur-prosedur yang sesuai aturan," kata Rosjhonsyah di  Gedung Diklat Pemda Rejang Lebong, di Selupu Rejang, Jumat (12/05).

Ditambahkan dia, di wilayah tambang tersebut merupakan tambang tradisional yang dikelola secara turun temurun. Bupati Rosjhonyah  menyatakan kesulitan untuk menertibkan wilayah tersebut.

"Kita kesulitan menertibkannya, apalagi saat ini izin pertambangan langsung ke provinsi. Saat ini kita akan mengevaluasi semua tambang tradisional yang ada dan melakukan pengecekan baik secara prosedur pengolahan maupun izin termasuk Amdal," jelas Rosjhonsyah.

Lanjut dia, saat ini ada penambang tradisional mengolah sekitar 8.000 Hektare lahan.

"8.000 tersebut merupakan kebijakan pimpinan sebelumnya. Saat ini saya akan berupaya mengurangi menjadi 2.000 Hektare saja. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi resiko yang terjadi," tutupnya.

Informasi yang dihimpun kontributor  KBR,  kecelakaan di tambang emas desa Gunung Alam yang terjadi Kamis (11/05) kemarin, menyebabkan 2 orang tewas. Kecelakaan juga mengakibatkan  3 pekerja menjalani perawatan akibat keracunan.

Korban tewas yaitu Bripka Novike (37) tahun warga Desa Embong yang merupakan anggota Polres Lebong, dan Karjo (48) orang tua dari staf bupati Lebong. Sedang korban yang masih dirawat yaitu Mamat (30) warga desa kapung jawa, Golam (29) warga desa Tabak Atas, dan Roses. Saat ini ketiga korban selamat menjalani perawatan di Puskesmas Muara Aman dan Rumah Sakit Umum Ujung Tanjung, Lebong.

Semua korban diduga keracunan asap mesin Generator yang berfungsi menyedot air di dalan lobang. Peristiwa terjadi  saat mereka masuk ke dalam lobang tambang emas, di duga asap mesin yang hidup tertiup angin sehingga masuk ke dalam lobang.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau