Puluhan Rumah di Yogyakarta Rusak Akibat Puting Beliung

BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi masa transisi musim. Kepala Pelaksana BPBD Yogyakarta Biwara menyebut, sepanjang masa peralihan akan berpotensi terjadi kondisi pancaroba.

Selasa, 24 Apr 2018 21:57 WIB

Puting beliung merobohkan pepohonan di kawasan Timoho Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

KBR, Yogyakarta - Puluhan bangunan termasuk rumah, rusak akibat puting beliung di sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Keterangan tertulis dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebutkan sedikitnya 34 rumah mengalami kerusakan.

Kerusakan terjadi di RT 2 dan 3 RW 8, Sorowajan, Banguntapan, Bantul. Selain merusak pemukiman warga, puting beliung juga menerpa kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) APMD, di Baciro, Gondokusuman.

Kerusakan cukup parah juga terjadi pada sebuah galeri seni di Jalan Ipda Tut Harsono Nomor 313 Timoho. Bangunan rusak pada bagian atap dan dinding.

Manajer Pusdalops BPBD DIY, Danang Syamsu mengatakan telah mendirikan posko tanggap darurat (Posko Aju) untuk memantau perkembangan sekaligus menginventarisasi kerugian. Pos tersebut berada di Gelanggang Olahraga SKB Sorowajan.

Baca juga:

Berdasar laporan sementara yang diterima BPBD DIY, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Kami juga libatkan tim reaksi cepat (TRC) dari BPBD Bantul dan Kota Jogja," terang Danang, Selasa (24/4/2018).

Sementara Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan timnya bersama elemen masyarakat telah mengevakuasi puing-puing atap yang bertebaran.

"Langkah awal melakukan pembersihan dan pendataan terhadap kerusakan," ujar Biwara.

BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi masa transisi musim. Kepala Pelaksana BPBD Yogyakarta Biwara menyebut, sepanjang masa peralihan akan berpotensi terjadi kondisi pancaroba. Hujan disertai angin kencang bisa terjadi mendadak, meski sebelumnya cuaca sangat panas.

"Bila ada pohon yang rawan tumbang lebih baik dipangkas," imbaunya.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.