Transmisi Rusak, Krisis Listrik Aceh Bakal Berlanjut Hingga Bulan Depan

Pemadaman listrik bergilir saat ini terjadi di 23 kabupaten kota di Provinsi Aceh. Arif mengakui pemadaman listrik itu mengganggu aktivitas masyarakat, perkantoran hingga pusat pembelanjaan di Aceh.

Jumat, 07 Apr 2017 17:36 WIB

Ilustrasi. (Foto: Djruhavi/Flickr/Creative Commons)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Lhokseumawe – Krisis pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh diperkirakan bakal berlanjut hingga tanggal 23 Mei mendatang.

Manajer Area PT PLN Lhokseumawe, Arif mengatakan krisis listrik itu terjadi karena adanya kerusakan tiga unit pembangkit milik PT PLN. Suplai arus listrik, kata Arif, terhenti total akibat kerusakan transmisi di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun Lhokseumawe dan PLTMG Nagan Raya.

"Ini sedang dilakukan perbaikan secara bertahap. Ibarat sepeda motor atau mobil, setiap jarak kilometer tertentu harus di-service. Maka kalau di mesin pembangkit, maka setiap 8000 jam selalu dilakukan pemeliharaan," kata Arif kepada KBR, Kamis (6/4/2017).

Pemadaman listrik bergilir saat ini terjadi di 23 kabupaten kota di Provinsi Aceh. Arif mengakui pemadaman listrik itu mengganggu aktivitas masyarakat, perkantoran hingga pusat pembelanjaan di Aceh.

"Kita terus berkoordinasi dengan PLN Wilayah Aceh untuk mempercepat pemulihan kerusakan pembangkit listrik. Kita terus mempercepat pengerjaanya di lapangan," kata Arif.

Sebelumnya PT PLN (Persero) Wilayah Aceh mengeluarkan rilis bahwa untuk memaksimalkan keandalan serta keberlanjutan pasokan energi listrik menjelang Ramadhan, PLN melakukan penggantian kabel transmisi konduktor. Pekerjaan tersebut dimulai 2 April lalu dan diperkirakan selesai 22 Mei 2017.

PLN Aceh menyebut pemadaman bergilir dalam beberapa waktu terakhir tejradi karena ada beberapa pembangkit sedang dalam pemeliharaan.

Meski begitu, PLN memastikan kebijakan pemadaman listrik bergilir per tiga jam di sejumlah wilayah di Aceh bukan faktor kesengajaan, melainkan keputusan terberat yang harus diambil manajemen untuk menjaga agar tidak terjadi pemadaman yang lebih besar dan lebih luas.

Baca: Listrik Padam, UNBK Tingkat SMK di Aceh Utara Gagal 

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR