Tim SAR Longsor Ponorogo Fokus Buka Akses Jalan

Tim Pencarian dan Penyelamatan (Search and Rescue) gabungan menghentikan penggalian korban longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Minggu, 09 Apr 2017 18:12 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta -  Tim Pencarian dan Penyelamatan (Search and Rescue) gabungan menghentikan penggalian korban longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Sumani mengatakan, putusan penghentian itu berdasarkan rapat bersama antara pemerintah daerah dan tim SAR gabungan. Pertimbangannya, kata dia, jenazah yang tertimbun sudah mulai rusak dan tak bisa dikenali lagi.

"Temuan yang terakhir ini berdasarkan identifikasi sulit dikenali juga jenazah siapa karena sudah bercampur dengan tanah," jelas Sumani saat dihubungi KBR, Minggu (9/4/2017).

Saat ini, tambahnya, tim fokus membuka akses jalan dan meratakan material longsoran tanah agar tak merusak bangunan rumah lain.

"Selanjutnya tim konsentrasi pada  evakuasi akses jalan dan hasil timbunan-timbunan itu agar tidak menimpa rumah yang sekarang masih berdiri," papar Sumani.

Baca juga:

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Sumani menambahkan, hingga Minggu (9/4/2017) sore tim telah menemukan empat jenazah dari 28 korban yang dilaporkan hilang. Satu korban terakhir ditemukan Minggu pagi tertimbun longsor di sektor A.

Sumani pun mengungkapkan, longsor susulan sempat terjadi pagi tadi sehingga beberapa alat berat dan kendaraan milik relawan pun tertimbun material longsor. Tertutupnya jalur sungai dengan timbunan tanah, menurutnya, menjadi penyebab longsor susulan di sektor C dan D.

"Terjadi longsor susulan menutup akses jalan di bawah mengakibatkan dua rumah tertimbun, satu mobil K9 terjebak, satu alat berat tertimbun, sepeda motor para relawan juga tertimbun longsor, ada yang mengatakan lima ada yang mengatakan 9, masih simpang siur," jelas Sumani.

"Besok, tidak ada evakuasi lanjutan. Total yang ditemukan sudah 4 dan yang belum ditemukan 24," pungkasnya.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR