Ratusan Aktivis Kalbar Demo Tuntut Penuntasan Penyerangan Terhadap Novel Baswedan

"Koruptor akan melakukan perlawanan dengan cara apapun, dengan cara menghilangkan barang bukti, dengan cara melakukan tindakan kriminalisasi.".

Rabu, 12 Apr 2017 14:59 WIB

Koalisi Masyarakat Anti Korupsi Kalbar melakukan orasi dan aksi teatrikal menuntut penuntasan kasus Novel Baswedan, Rabu (12/04). ( Foto: KBR/Edho Sinaga)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Pontianak– Ratusan warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Kalimantan Barat melakukan aksi  di Tugu Digulis Untan Pontianak. Koordinator Aksi M. Lutharif  mengatakan, aksi ini bentuk keprihatinan dari seluruh pegiat antikorupsi, baik LSM, mahasiswa, jurnalis, hingga ibu-ibu rumah tangga, atas kasus pelemparan air raksa yang dialami oleh Penyidik KPK, Novel Baswedan.

Pengunjukrasa mendesak  Kapolri  mengusut penyerangan itu. Mereka memberi waktu polisi menangkap pelakunya paling lambat 7x24 jam. Selain itu, menuntut Kapolri  memberikan pengamanan kepada seluruh staf  KPK, dalam menyidik sejumlah kasus korupsi. 

Lutharif mengatakan, penyerangan terhadap Novel, merupakan upaya pelemahan KPK. Dia menduga penyerangan berhubungan dengan kasus yang sedang ditangani saat ini yakni mega korupsi E-KTP.

“Pasti koruptor akan melakukan perlawanan dengan cara apapun, dengan cara menghilangkan barang bukti, dengan cara melakukan tindakan kriminalisasi dan lain sebagainya. Sehingga kita berharap penegak hukum, untuk memberikan perlindungan bagi para penyidik KPK, atas sejumlah kasus yang ditangani saat ini,” ujar M. Lutharif, Koordinator Aksi yang juga Direktur Kontak Rakyat Borneo, Rabu  (12/04).

M. Lutharif mengatakan jika tuntutan  tidak diindahkan, maka pihaknya akan menurunkan massa yang lebih besar, untuk meminta legitimasi Negara terhadap isu pemberantasan Korupsi.

Ket. foto : Koalisi Masyarakat Anti Korupsi Kalbar melakukan orasi dan aksi teatrikal menuntut penuntasan kasus Novel Baswedan. ( Foto: KBR/Edho Sinaga) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

PPATK: Bank Daerah Rawan Digunakan Buat Kepentingan Pilkada

  • Cakupan Imunisasi Campak di Asmat 2017 Hanya 17 Persen
  • Faktor Geografis Jadi Kendali Besar Penanganan Wabah Campak di Asmat
  • Pengganti Sanchez Segera Merapat ke Arsenal

Lewat olahraga kita bisa menyuarakan sesuatu dan bahkan menggalang dana