Polisi Kaliori Rembang Sita Ratusan Uang Kuno Seberat 10 Kilogram

"Kita sudah melakukan kontak dengan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, hari ini masih kami tunggu. Nanti uang kita serahkan kepada dinas tersebut,“

Senin, 03 Apr 2017 14:52 WIB

Kepolisian Kaliori, Rembang, Jateng menunjukkan temuan uang kuno yang disita dari tangan pengepul. (Foto: KBR/Musyafa)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR,  Rembang– Kepolisian Kaliori, Rembang, Jawa Tengah menyita   ratusan koin uang kuno dengan berat total 10 kilogram. Uang kuno bertuliskan huruf cina tersebut, sempat dijual secara berantai kepada 2 orang pengepul besi tua.
 
Kapolsek Kaliori, Sukiyatno menjelaskan apabila masyarakat menemukan benda–benda yang terindikasi mempunyai nilai sejarah, agar melapor kepada aparat desa, supaya diteruskan ke instansi terkait. Kata dia,   asal usul uang kuno, belum diketahui. Diperkirakan merupakan peninggalan abad XV.
 
“Motivasi penjualan uang kuno ini untuk mendapatkan uang, dari satu penjual besi tua   ke penjual lain. Kita sudah melakukan kontak dengan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, hari ini masih kami tunggu. Nanti uang kita serahkan kepada dinas tersebut,“ jelasnya kepada KBR, Senin (03/04).
 
Uang kuno semula ditemukan Padiman (61 tahun), warga desa Mojorembun Kec. Kaliori. Padiman menceritakan pada awalnya akan membuat batu bata. Ketika mencangkul di kedalaman 0,5 meter, tiba–tiba menemukan koin uang kuno cukup banyak, berjumlah ratusan keping.
 
Padiman kemudian menjual kepingan uang kuno kepada Nurkholis (41 tahun), warga desa Sekarsari Kec. Sumber, Rembang seharga Rp 180 ribu. Setelah jatuh ke tangan Nurkholis, selanjutnya dijual lagi kepada Siti Insaroh (50 tahun), warga desa Kemiri Kec. Jaken Kab. Pati seharga Rp 400 ribu.
 
Siti sudah bersiap–siap menjual lagi kepada pihak lain, namun digagalkan aparat kepolisian. Aksi penjualan benda peninggalan sejarah semacam ini diduga kerap terjadi, karena minimnya informasi dari masyarakat.
 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.