Pesawat Caravan SAS Jatuh di Pegunungan Bintang Papua

Masyarakat tidak berani mendekati bangkai pesawat karena khawatir terjadi ledakan

Kamis, 13 Apr 2017 13:06 WIB

Ilustrasi pesawat perintis. Foto: Kementerian Perhubungan


KBR, Papua - Pesawat caravan milik PT Spirit Avia Sentosa (SAS) ditemukan jatuh di lokasi Gunung Botak, Kampung Kubikops, Distrik Oklip, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Pesawat yang hilang kontak setelah terbang 15 menit dari Tanah Merah, Kabupaten Boven menuju Bandara Oksibil ini ditemukan masyarakat setempat. Namun masyarakat tidak berani mendekati bangkai pesawat karena khawatir terjadi ledakan.

Juru Bicara Polda Papua, Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, tim SAR gabungan sudah menunju lokasi. Tim yang berjumlah 60 orang itu diperkirakan akan tiba ke lokasi jatuhnya pesawat sekitar pukul 14.00 WIT.

"Pagi tadi, pukul 6.00 WIT rekan-rekan dari TNI Polri dan Pemda setempat sudah menuju TKP. Memang jaraknya sekitar 10 kilometer, tidak terlalu jauh. Tetapi kondisi alam menuju TKP sangat terjal," ujarnya saat dihubungi KBR, Kamis, 13 April 2017.

Menurut Ahmad, pesawat tersebut membawa bahan logistik ke Oksibil. Tidak ada penumpang, selain pilot Rio Pasaribu. "Dia sendirian membawa kebutuhan logistik. Karena di sana, Pegunungan Bintang tidak ada jalur, kecuali pesawat," jelasnya.

Rio Pasaribu merupakan anggota polisi aktif berpangkat Komisaris Polisi (Kompol). Dia bertugas membantu penerbangan sipil menyalurkan logistik ke kabupaten di Papua. "PT SAS ini ada kerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di Jakarta. Dia kan sudah biasa melakukan penerbangan dari sana," pungkasnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"