Pasar Sepi, Seribu Kios di Kota Semarang Mangkrak

"Apabila tiga kali berturut-turut kios itu tidak dimanfaatkan maka itu menjadi kewenangan Dinas Perdagangan untuk mengelolanya," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto.

Jumat, 28 Apr 2017 20:30 WIB

Petugas Dinas Perdagangan Kota Semarang menyegel kios mangkrak di pasar Kota Semarang, Kamis (27/4/2017). (Foto: Widia Primastika/KBR)


KBR, Semarang - Dinas Perdagangan Kota Semarang Jawa Tengah kembali menyegel kios dan los di tiga pasar Kota Semarang. Kios-kios itu disegel karena mangkrak, dan pasar sepi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan penyegelan dilakukan setelah mereka melakukan razia selama dua bulan sejak Februari-Maret. Razia dilakukan karena Dinas Perdagangan memperoleh laporan sepinya pasar di Kota Semarang.

"Padahal, sudah ditegaskan apabila tiga kali berturut-turut kios itu tidak dimanfaatkan maka itu menjadi kewenangan Dinas Perdagangan untuk mengelolanya," kata Fajar kepada KBR, Kamis (27/4/2017).

Fajar mengatakan selama razia dua bulan, tercatat ada lebih dari seribu kios dan los yang mangkrak tidak beroperasi. Sejak Februari lalu, Dinas Perdagangan sudah 16 kali melakukan penyegelan.

Dari ribuan kios yang sudah disegel, kata Fajar, hanya 50 pemilik yang sudah melapor dan membayar retribusi kepada Dinas Pasar.

Pasar yang dirazia diantaranya Pasar Udan Riris, Pasar Bangetayu dan Pasar Unggas Penggaron. Dalam razia terakhir, Kamis, 27 April 2017, sebanyak 25 kios dan 69 los yang disegel.

"Saat dirazia, hasilnya luar biasa banyaknya," kata Fajar.

Selain menyegel kios kosong, Dinas Perdagangan juga menyegel kios yang tidak sesuai peruntukan. Misalnya kios yang menjadi tempat tinggal, gudang, hingga panti kesehatan atau panti pijat.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

PPATK Telusuri Rekening First Travel

  • Buruh PT Nyonya Meneer Ajukan Tagihan Rp98 Miliar
  • Pesawat Pengangkut Haji Arab Saudi Belum Boleh Mendarat di Qatar

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta