Nelayan: Perairan NTB Makin Sedikit Ikan

"Dulu nelayan sampai pelabuhan ferry saja sudah dapat ikan banyak. Sekarang, aduh harus jauh mencarinya," kata seorang pengusaha ikan di Lombok Timur

Jumat, 28 Apr 2017 16:50 WIB

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)


KBR, Mataram - Pengusaha ikan di Lombok Timur, Nusa Tenggara Timur mengklaim semakin sulit memperoleh tangkapan ikan di perairan NTB dalam beberapa tahun terakhir.

Salah seorang pengusaha ikan asal Lombok Timur, Hamja mengatakan langkanya ikan diduga karena rusaknya terumbu karang di beberapa daerah di perairan NTB sehingga pembiakan ikan makin lamban.

Hamja mengatakan nelayan di Lombok Timur kini terpaksa memperluas ruang jelajah pencarian ikan.

"Dulu nelayan sampai pelabuhan ferry saja sudah dapat ikan banyak. Sekarang, aduh harus jauh mencarinya. Paling jauh sampai Kupang, NTT. Asal Anda tau, ikan yang mendarat di Labuan Lombok itu bukan hasil tangkap di wilayah NTB," kata Hamja di Matarm, Jumat (28/4/2017).

Pelabuhan Ferry yang dimaksud Hamja adalah pelabuhan Kayangan di Lombok Timur.

Hamja yang juga Ketua Komisi II bidang Perikanan dan Kelautan DPRD NTB mengatakan, terumbu karang di perairan Lombok kini sudah banyak rusak akibat praktek penangkapan ikan secara ilegal seperti penggunaan bom ikan dan racun potasium.

Bom ikan biasanya merusak terumbu karang secara langsung. Namun penggunaan racun potasium merusak karang dalam beberapa minggu setelah digunakan dengan efek yang sangat mengkhawatirkan.

"Kalau potasium itu membunuh karang. Dalam beberapa minggu karang akan mati," kata Hamja.

Hamja mengklaim sudah berkali-kali memperingatkan kepada nelayan agar tidak lagi menggunakan racun potasium dan bom ikan. Namun, praktik seperti itu masih terus terjadi di Lombok Timur. Di sisi lain, kata Hamja, jumlah aparat yang mengawasi perairan NTB masih terbatas sehingga aksi ilegal terus terjadi.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1