Longsor Ponorogo, 3 Tewas, 25 Orang Hilang

Hingga saat ini masih ada 25 orang dinyatakan hilang tertimbun longsor, terdiri dari 14 laki-laki dan 11 perempuan. Korban hilang ini termasuk dua orang balita berusia 3 dan 5 tahun.

Senin, 03 Apr 2017 21:27 WIB

Tim SAR gabungan berupaya mencari korban hilang tertimbun longsor di Desa Banaran, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (3/4/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Ponorogo - Jumlah korban tewas akibat bencana longsor di Desa Banaran, Kecamatan PUlung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur bertambah menjadi tiga orang.

Pada Senin (3/4/2017) siang, Tim SAR Gabungan menemukan korban ketiga. Hari itu juga korban dimakamkan, menyusul dua korban sebelumnya yaitu Katemi (70 tahun) dan Iwan Danang Suwandi (30 tahun).

Koordinator Tim Disaster Victim Identivication (DVI) Polda Jawa Timur Ony Suwarsono mengatakan dari proses pemeriksaan data primer dan data sekunder pada jenazah itu, dipastikan korban adalah Sunadi (47 tahun), warga Dusun Tangkil, Desa Banaran.

"Kita temukan ciri khusus pada giginya bahwa gigi rahang atas ada yang dipangur (diratakan). Keterangan itu kami dapatkan sebelumnya dari keluarga korban. Sedangkan data sekunder kami dapatkan dari medis klinis, yaitu ada tahi lalat atau kutil pada alis sebelah kiri. Juga jempol kaki kiri dan kanan berwarna belang," kata Ony.
 
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang diterima KBR, hingga saat ini masih ada 25 orang dinyatakan hilang tertimbun longsor, terdiri dari 14 laki-laki dan 11 perempuan. Korban hilang ini termasuk dua orang balita berusia 3 dan 5 tahun.

Proses pencarian korban hilang sempat dihentikan pada Senin siang karena kawasan longsor dilanda hujan deras. Selain itu pencarian juga terhambat oleh luasnya wilayah longsor, terbatasnya peralatan pencarian serta minimnya peralatan komunikasi.

Tim SAR Gabungan mengerahkan lebih dari 1,600 orang personel meliputi TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Tagana, Perhutani, serta ratusan petugas Pemkab dan relawan.

Baca juga:

Berdasarkan pendataan dari BPBD Kabupaten Ponorogo ada 178 pengungsi bencana longsor yang kini tersebar di rumah-rumah penduduk.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Sumani mengatakan para pengungsi itu tersebar di Desa Banaran, Dusun Gondangsari, Dukuh Tangkil dan sekitarnya.

"Bantuan terus berdatangan. Kebutuhan dasar bagi para pengungsi mencukupi. Untuk pelayanan kesehatan dibantu oleh 31 puskesmas dengan cara bergiliran. Pos pelayanan kesehatan disediakan di tiga lokasi yaitu di Dusun Tangkil, Posko utama dan rumah lurah," kata Sumani, sebagaimana informasi yang diterima KBR dari BNPB.

Rencananya proses pencarian korban akan kembali dilanjutkan Rabu besok.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing