Lebih 2.400 Korban Banjir Aceh Tenggara Masuk Daftar Penerima Jadup

”Kalau dilihat di daerah lain rata-rata Jadup yang dibagikan biasanya Rp 10 ribu per jiwa. Walaupun, Kita belum memperoleh informasi terakhirnya, mungkin besaran nilai uangnya seperti itu,”

Rabu, 26 Apr 2017 11:31 WIB

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa saat menyambangi warga pengungsi banjir bandang di Posko Pengungsian Desa Lawe Sigala Barat, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara. (Foto: KBR/


KBR, Lhokseumawe– Sebanyak 2.400 warga korban bencana alam banjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara  masuk dalam daftar penerima jatah hidup (jadup) dari Pemerintah. Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Baharuddin mengatakan, pascatanggap darurat  bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah akan mendistribusikan logistik lanjutan bagi warga banjir.

Kata Dia, pendistribusian sembilan kebutuhan pokok (Sembako) dan peralatan dapur menunggu pencairan dana jadup oleh Pemerintah Pusat.

”Untuk bantuan Jadup dari Kemensos itu belum ada konfirmasi dari Pusat. Data final by name and by address itu sudah dikunci di pihak Kecamatan Semadam dan Lawe Sigala-gala. Baru selanjutnya Saya besok baru email ke Pemerintah Pusat. Setelah di-email seminggu biasanya baru ada respon,” kata Baharuddin menjawab KBR, Rabu (26/4).

Ia menjelaskan, bantuan diberikan  bagi warga yang rumahnya  rusak  baik berat, sedang maupun ringan. Termasuk pula, bagi rumah yang berlumpur akibat bencana juga menjadi penerima Jadup.

”Kalau dilihat di daerah lain rata-rata Jadup yang dibagikan biasanya Rp 10 ribu per jiwa. Walaupun, Kita belum memperoleh informasi terakhirnya, mungkin besaran nilai uangnya seperti itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Mensos  Khofifah Indar Parawansa, berjanji akan menyalurkan Jadup bagi korban bencana alam banjir di wilayah itu. Dana  dikucurkan setelah masa tanggap darurat   berakhir pada 25 April 2017.

BPBD setempat  mencatat 812  keluarga atau 3.501 jiwa  mengungsi. Dengan rumah rusak   berjumlah 306 unit, baik rusak berat, sedang maupun ringan. Rusak berat mencapai 194 unit, rusak sedang 42 unit, dan rusak ringan berjumlah 70 unit. Kesemuanya tersebar di Kecamatan Semadam dan Lawe Sigala-gala.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Fraksi Nasdem Berencana Keluar dari Pansus Angket KPK

  • Keluarga La Gode Ragukan Keseriusan Polisi Proses Dugaan Keterlibatan Anggotanya
  • Polda dan TNI Papua Ikut Bantu Tangani Campak di Asmat
  • Diguyur Hujan 2 Pekan, Hasil Panen Rumput Laut di Nunukan Membusuk

Perkembangan teknologi membawa banyak kemudahan bagi kita termasuk di bidang keuangan atau FinTech atau Financial Technology.