Harga Kalah Saing, Bulog Bidik Beras Kualitas Premium di Jombang

Saat ini penyerapan dari awal tahun baru 8,5 ribu ton dari target 44 ribu ton

Selasa, 18 Apr 2017 22:57 WIB

Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) milik Korem 082/ CPYJ Mojokerto di Desa Denanyar, Jombang. (Foto: KBR/Muji Lestari)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jombang– Badan urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Surabaya Selatan optimistis mampu memenuhi target 44 ribu ton serapan beras petani di Jombang, Jawa Timur. Kepala Bulog Sub Divre Surabaya Selatan, Arsyat, Selasa (18/04/17) mengakui dari awal tahun hingga saat ini, baru menyerap 8,5 ribu ton. Namun ujarnya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kekurangan tersebut akan terselesaikan di akhir tahun.

"Biasanya pengalaman saya sampai akhir tahun terselesaikan karena kan waktu masih panjang, apalagi ini tanam lagi, nanti tetap kita optimalkan untuk serapannya. Perencanaan justru kita banyak di bulan Mei itu kan panen awal, ini panen lagi sebentar lagi kan," kata Arsyat, Selasa (18/04/17).

"(Daerah) Cepu, Purwodadi, NTB ini saja kelebihan," tambahnya membandingkan dengan daerah lain.

Kabulog Sub Divre Surabaya Selatan, Arsyat, tidak menampik harga di luar lebih tinggi jika dibandingkan dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sehingga petani enggan menjual hasil panen mereka ke Bulog. Namun, hal itu hanya untuk beras berkulitas premiun dan super. Sedangkan target Bulog menyerap gabah maupun beras berkulitas medium yang harganya cenderung stabil. Sehingga harga patokan pemerintah tidak akan mempengaruhi target serapan di Bulog.

Sementara, saat ini beras oleh pemerintah dihargai Rp 7.300 per kilogram. Sedangkan untuk HPP (Harga Pembelian Pemerintah) gabah kering giling sebesar Rp 4.600 dan gabah kering sawah dipatok Rp 3.750 per kilogram. Harga tersebut selisih sekitar seratus hingga dua ratus rupiah atau lebih murah dari harga dipasar.

Arsyat menambahkan, Hingga saat ini, Bulog akan terus melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada seluruh kelompok tani. Termasuk dengan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) milik TNI di Jombang.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menristek Minta Dosen Mundur Karen HTI, Pengamat: Itu Ngawur

  • Jokowi : Pengadaan Alutsista Harus Lewat G to G
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Terorisme
  • Terus Lakukan Intimidasi Penggusuran, Warga Dobrak Gerbang PT KA Bandung

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.