Gajah Mati di Area Taman Nasional Gunung Leuser Diduga Karena Diracun

Gading dan belalainya juga hilang

Jumat, 21 Apr 2017 21:55 WIB

Seekor gajah betina ditemukan mati disalah-satu kebun warga di Desa Ekan, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. (Foto: Erwin Jalaluddin/KBR)


KBR, Lhokseumawe– Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh menduga  penyebab matinya gajah betina di area Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Kabupaten Gayo Lues karena diracun. Kepala BKSDA Provinsi Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, dugaan itu berasal dari investigasi lapangan yang dilakukan tim ahli dokter hewan, Jumat (21/4/2017).

Menurut Sapto, ada beberapa kejanggalan dibalik kematian induk gajah tersebut dikarenakan tubuhnya yang terlalu cepat membusuk. "Cuma, kalau tanda-tanda yang bisa kita temui dari air dan sebagainya, dia (gajah-red) matinya kemungkinan diracun," ungkap Septo menjawab KBR, Jumat (21/4).

Dia menambahkan, BKSDA juga menemukan belalai dan gading dari binatang yang dilindungi itu hilang.  "Mungkin ada pemilik kebun yang merasa terganggu dengan ulah hama, sehingga dipasanglah racun di sana hingga menyebabkan kematian pada gajah. Sedangkan, kasus belalai dan gading yang dipotong mungkin itu hanya kebetulan dan kesempatan yang diambil oleh pelakunya," jelasnya lagi.

Ia melanjutkan, rencananya hasil visum dan otopsi akan diuji di laboratorium hewan di Jakarta dan Bogor yang akan memakan waktu sekitar satu bulan. Lanjutnya, gajah betina yang mati itu diyakini berusia sekitar 25 tahun. Sedangkan, anaknya yang setia menemani bangkai sang induk itu 2,5 tahun.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.