Dugaan Politik Uang, Bawaslu DKI Sita 11 Karung Sembako

Selain sembako dan mukena, kata Mimah, Panwas juga menemukan buku berjudul tujuh dalil memilih pemimpin muslim.

Minggu, 16 Apr 2017 17:16 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta menyita 11 karung berisi sembako dan mukena dari dua orang di Duri Kepa, Jakarta Barat. Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti mengatakan, mereka diduga melakukan pelanggaran pemilu pada masa tenang kampanye.

"Temuan di Jakarta Barat itu adanya dugaan yang mengarah kepada politik uang. Modusnya itu pembagian sembako dan mukena. Jadi ada pembagian sembako yang dilakukan oleh dua orang. Mereka sudah dibawa ke Panwas Jakarta Barat," kata Mimah kepada KBR, Minggu (16/04/17).

Mimah mengatakan, saat ini dua orang itu diperiksa intensif oleh petugas Panwas Jakarta Barat. Mimah belum bisa memastikan mereka terkait pasangan Ahok-Djarot atau Anies Sandi.

"Masih diidentifikasi ini mengarah kepada pasangan calon yang mana," ujarnya.

Baca juga:

Selain sembako dan mukena, kata Mimah, Panwas juga menemukan buku berjudul tujuh dalil memilih pemimpin muslim. Buku ini sudah beberapa kali ditemukan Panwas di berbagai lokasi.

"Kami butuh keterangan selengkapnya, kalau misalnya mengarah kepada salah satu tim kampanye nanti akan kami panggil," ujar Mimah.

Baca juga:



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!