BMKG: 14 Kabupaten Kota di Aceh Rawan Banjir dan Longsor

BMKG mencatat gangguan cuaca ekstrem yang melanda Aceh dan juga daerah lain itu merupakan dampak siklon tropis Ernie yang muncul di perairan sebelah barat Australia.

Senin, 10 Apr 2017 21:23 WIB

Ilustrasi. (Foto: penanggulangankrisis.kemkes.go.id/Publik Domain)


KBR, Lhokseumawe – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 14 kabupaten kota di Provinsi Aceh rawan bencana alam banjir dan tanah longsor. Ancaman bencana itu terkait dengan tingginya curah hujan di wilayah itu belakangan ini.

Daerah-daerah rawan banjir di Aceh meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara dan Aceh Singil. Sedangkan daerah rawan longsor tersebar di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Aceh Jaya.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Zakaria mengatakan hujan deras yang terus-menerus menyelimuti Aceh meningkatkan potensi ancaman bencana alam di wilayah itu.

Zakaria mengatakan sejumlah wilayah rawan banjir dan longsor itu tersebar di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan perbukitan.
 
"Perlu diwaspadai hujan lebat, petir dan banjir khususnya di daerah-daerah dataran rendah. Begitu juga untuk daerah-daerah lereng gunung, perbukitan atau pegunungan, terutama dalam tiga hari mendatang," kata Zakaria kepada KBR, Senin (10/4/2017).

Zakaria mengimbau warga Aceh mewaspadai hujan deras yang sudah masuk kategori cuaca ekstrim itu. BMKG mencatat gangguan cuaca ekstrem yang melanda Aceh dan juga daerah lain itu merupakan dampak siklon tropis Ernie yang muncul di perairan sebelah barat Australia. BMKG menyebut siklon itu mulai bergerak masuk wilayah Aceh dan bisa berdampak hujan deras.

Siklon Ernie memasuki wilayah Aceh karena adanya tekanan udara rendah di wilayah barat Australia. Massa udara yang berada di benua Asia bergerak melewati wilayah Aceh, sehingga rawan menimbulkan awan konveksi dan cumulonimbus atau awan hitam tebal yang menimbulkan angin kencang, hujan dan petir. Kecepatan angin dari Australia mencapai 180 kilometer per jam. Kondisi ini berlangsung setiap tahun dalam rentang waktu yang tidak menentu.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Klaim Kantongi Dukungan Parpol di Pilgub Jatim, Khofifah Tunggu Restu Presiden

  • Arus Mudik Idul Adha, Tol Fungsional Brebes-Gringsing Tidak Dibuka
  • LN: Tersangka Teroris Barcelona Ungkap Rencana Serangan Besar
  • FI Gelar Kejuaraan E-sport

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.