Bentrok Antarwarga Timika, Polisi Tangkap 4 Provokator

Salah satu aturan suku adalah tidak melakukan perang pada hari Minggu, sebagai hari ibadah bagi sebagian besar masyarakat di Papua. Namun ternyata bentrokan berlanjut hingga Minggu (2/4/2017).

Senin, 03 Apr 2017 17:34 WIB

Ilustrasi. (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jayapura – Kepolisian Resort Mimika Provinsi Papua menangkap empat orang yang diduga sebagai provokator pelaku bentrokan antar warga di Timika, Kabupaten Mimika. Bentrokan itu terjadi pada Sabtu (1/4/2017).

Walaupun masyarakat menyebut bentrokan itu sebagai perang suku, namun polisi menduga perang yang melibatkan dua kelompok ini terkait kriminalitas.

Kapolda Papua Paulus Waterpauw mengatakan jika masyarakat menyebutkan perang ini sebagai perang suku, maka ada aturan yang harus ditaati. Salah satu aturan suku adalah tidak melakukan perang pada hari Minggu, sebagai hari ibadah bagi sebagian besar masyarakat di Papua. Namun ternyata bentrokan berlanjut hingga Minggu (2/4/2017).

Baca juga:


"Upaya menyelesaian masalah dilakukan bolak balik oleh Pak Kapolres dan seluruh anggota jajaran di sana. Hari Minggu subuh jam 5 pagi mereka lakukan penyerangan lagi tiba-tiba. Jadi, kita lakukan penegakan hukum terhadap orang seperti ini," kata Paulus Waterpauw, Senin (3/4/2017).

"Ini mereka sudah keluar dari norma adat dan kebiasaan yang ada. Yang saya tahu adat dan kebiasaan pada hari Minggu itu orang beribadah, stop perang. Tapi mereka mau coba melakukan seperti itu, artinya sudah jelas. Pidana. Dan ini sudah jelas kriminal, bukan persoalan adat," tambah Paulus.

Pertikaian antara dua warga di Timika telah terjadi tiga hari sebelumnya. Sampai saat ini masih terus terjadi aksi saling serang. Dalam pertempuran itu kelompok warga menggunakan senjata seperti panah, kampak hingga parang.

Polisi menyebut satu orang tewas pada Sabtu (1/4/2017) bernama Hengki Lokbere. Polisi masih terus mencari pelaku utama dalam pertikaian tersebut.

Belum diketahui secara jelas pemicu bentrokan kedua kelompok. Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan pertikaian itu diduga karena kasus pembunuhan pada satu minggu sebelumnya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Perpanjangan Pansus KPK Boroskan Duit Negara

  • Saksi Ahli Novanto Sebut KPK Terlalu Dini Tetapkan Tersangka
  • Densus Antikorupsi Polri Ditargetkan Balikan Uang Negara 900 Miliar Lebih
  • Pemkot Medan Ambil Alih Pasar Pringgan