Banser dan GP Ansor Cilacap Ajak HTI Kembali ke Ajaran Ahlussunnah wal Jamaah

Banser NU dan GP Ansor tegas menolak ide pendirian negara Islam di Indonesia. Penolakan itu didasarkan pada sejarah berdirinya Indonesia yang dibidani oleh berbagai golongan dan agama.

Rabu, 05 Apr 2017 22:25 WIB

Ratusan anggota Banser NU dan GP Ansor Cilacap menggelar aksi menolak HTI dan ide pendirian negara Islam di Indonesia, di Cilacap, Rabu (5/4/2017). (Foto: Muh Ridlo/KBR)


KBR, Cilacap – Sekitar 500 orang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nadhlatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menggelar aksi menolak ajaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Rabu (5/4/2017).

Komandan Banser NU Cilacap, Jamaludin Albab mengatakan aksi tersebut merupakan buntut konvoi dan pemasangan atribut bernada dukungan pendirian khilafah Islamiyah dan penerapan syariat Islam di Indonesia oleh HTI Cilacap beberapa pekan lalu.

Jamal menegaskan Banser NU dan GP Ansor tegas menolak ide pendirian negara Islam di Indonesia. Penolakan itu didasarkan pada sejarah berdirinya Indonesia yang dibidani oleh berbagai golongan dan agama, bukan hanya oleh satu golongan saja.

"Ide dan gagasan pendirian negara Islam atau khilafah yang disyiarkan HTI itu berdampak dan mengarah kepada perpecahan serta mengancam keutuhan NKRI yang sudah diperjuangkan oleh para ulama, pejuang dan pahlawan Indonesia," kata Jamaluddin Albab, Rabu (5/4/2017) sore.

Jamal menambahkan aksi mereka sengaja digelar untuk menandingi ormas HTI yang kabarnya berencana menggelar konvoi di Cilacap. Meskipun, hingga Rabu sore, rencana konvoi HTI itu batal digelar.

Meski rencana konvoi HTI batal, Jamal mengatakan, Banser NU dan GP Ansor tetap menyiagakan anggotanya untuk berjaga-jaga jika ada anggota HTI yang tetap ngotot menggelar konvoi maupun memasang spanduk dan atribut provokatif dukungan terhadap pendirian negara Islam atau khilafah Islamiyah.

"Seluruh kegiatan HTI senantiasa menebar provokasi dan propaganda khilafah di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia. Mereka bertujuan mengubah dan mengganti Pancasila sebagai ideologi sekaligus asas tunggal kehidupan bernegara," tandas Jamaluddin.

Baca juga:


Jamaluddin meminta pemerintah membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia. Ia juga mendesak aparat keamanan bertindak tegas terhadap gerakan-gerakan anti-Pancasila dan membahayakan NKRI. Jamaluddin juga meminta seluruh anggota Banser NU dan GP Ansor Cilacap mewaspadai gerakan radikal.

Jamaluddin mengajak agar HTI kembali kepada ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah dan tetap berada dalam koridor NKRI.

Pekan lalu di Cilacap marak pemasangan atribut bernada provokatif terutama dukungan terhadap pendirian negara Islam dan pemberlakukan syariat Islam. Atribut berupa spanduk, banner dan poster tersebut banyak tersebar di Cilacap. Sejumlah spanduk besar dan ratusan poster akhirnya diturunkan paksa oleh Banser Cilacap.

Sekretaris HTI Cilacap David Dwinanto membantah spanduk, banner atau baliho itu dipasang HTI. Dia mengklaim hanya sekadar membentangkan spanduk tanpa memasang. Dia mengklaim tidak tak tahu siapa yang memasang spanduk tersebut.

HTI Cilacap, kata David, hanya memasang poster bertema "Khilafah Kewajiban Syari, Jalan kebangkitan Ummat" di sejumlah titik di Cilacap.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Evakuasi di Tembagapura, Warga Megaku Ditekan Aparat

  • Polisi, Tidak Ada Pemaksaan Evakuasi Untuk Warga Banti
  • PKB Belum Tetapkan Calon Pendamping Ridwan Kamil
  • Cekcok Kantor PLO, Palestina Ancam Putus Hubungan dengan AS

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau