Banjir Bandang Mulai Surut, Ratusan Warga Aceh Tenggara Mengungsi

Sebanyak 175 keluarga atau lebih dari 300 jiwa kini mengungsi di tenda-tenda darurat di Posko Penanggulangan Banjir di Mesjid Simpang Semadam.

Rabu, 12 Apr 2017 16:02 WIB

Banjir bandang di Aceh Tenggara menyisakan timbunan lumpur dan kerusakan dimana-mana, Rabu (12/4/2017). (Foto: BPBA/KBR)


KBR, Lhokseumawe – Puluhan rumah di Kecamatan Lawe Sigala-gala dan Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, diterjang bencana alam banjir bandang pada Selasa (11/4/2017). Selain itu dua unit rumah ibadah juga ikut rusak akibat bencana alam tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Yusmadi mengatakan akibat bencana alam itu seluruh aktivitas masyarakat terhenti total. Saat ini BPBA menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi di Aceh Tenggara untuk mengevakuasi warga terdampak banjir.

"Saat ini banjir mulai surut. Kita terus memantau kondisi di sana dan membantu apa yang mendesak dibutuhkan," kata Yusmadi kepada KBR, Rabu (12/4/2017).

Baca juga:


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Aceh Tenggara mencatat ada sekitar 83 unit rumah rusak dari kategori ringan, sedang hingga berat. Hampir sebagian rumah rusak terkena material yang terbawa banjir, seperti batu gunung, kayu besar dan lumpur. Satu banguna masjid dan gereja juga ikut rusak.

Sebanyak 175 keluarga atau lebih dari 300 jiwa kini mengungsi di tenda-tenda darurat di Posko Penanggulangan Banjir di Mesjid Simpang Semadam.

"Banjir ini terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi terjadi secara terus-menerus. Sementara air dari kawasan pegunungan juga meningkat, akhirnya terjadi banjir pada Selasa sore selama enam jam," kata Yusmadi.

Ketinggian genangan air mencapai satu hingga dua meter. BPBD Aceh Tenggara, kata Yusmadi, sudah mendistribusikan logistik kepada para pengungsi banjir.

Wilayah Aceh Tenggara merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian antara 25 meter hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Aceh Tenggara dikelilingi Taman Nasional Gunung Leuser dan Bukit Barisan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Tenggara menyebutkan, dari 385 desa di kabupaten itu, sekitar 282 desa diantaranya berada di lembah dan serausan desa berada di lereng pegunungan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing