Alasan Bupati Rembang Dukung Pembangunan Mal

"Kan sayang, sekali belanja 1 sampai 2 juta Rupiah. Kalau tiap Minggu ke sana, habis uang warga Rembang. Jadi inilah tekad kami,

Kamis, 27 Apr 2017 10:03 WIB

Pasar Rembang rencananya akan dijadikan pusat pertokoan modern. (Foto: KBR/Musyafa)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Rembang– Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mendukung   pendirian mal. Bupati  Abdul Hafidz beralasan untuk menggerakkan ekonomi dan meningkatkan penampilan daerah.
 
Kata Abdul Hafidz  saat ini kalangan ekonomi menengah ke atas, saat belanja pakaian maupun barang elektronik enggan ke  Rembang dan memilih pergi keluar daerah. Ia berharap kalau ada mal, perputaran uang akan lebih banyak berkutat di daerah sendiri.
 
“Kalau uang di sini sudah berkumpul, kok lari terus ya jadinya Rembang seperti ini terus. Bagaimana uang ini bisa berkeliaran di Rembang, jangan sampai keluar. Saat ini saja pejabat sekelas Kabag, tidak mau belanja di Rembang. Tapi ke Pati, Kudus. Apalagi Bupati, ya ke Semarang,“ jelas Bupati  Abdul Hafidz,  Kamis (27/04). 

Bupati melanjurkan, "kan sayang, sekali belanja  1 sampai 2 juta Rupiah. Kalau tiap Minggu ke sana, habis uang warga Rembang. Jadi inilah tekad kami, bagaimana uang datang tidak lari. Tapi bisa berkeliaran di Rembang."
 
Abdul Hafidz menambahkan tahun depan  rencananya Pemkab memindahkan pasar induk kota Rembang ke lokasi lain. Sedangkan lahannya dialihfungsikan sebagai pusat pertokoan modern dan ruang terbuka hijau.
 
Sementara itu, seorang pegiat sosial di Rembang, Sutejo meminta Pemkab  fokus menangani sektor ekonomi produktif bagi masyarakat di tingkat bawah. Salah satunya menguatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kata dia belum saatnya mal dibangun. Apalagi kalau investor mal berasal dari group – group terkenal, tidak ada jaminan bisa meningkatkan ekonomi lokal.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1