4 Wilayah di Sulteng Listrik Menyala Hanya 4 Jam, Ini Penyebabnya

"Kami siap melayani termasuk juga jika ada warga yang mau mencarger HP atau power bank kita juga sediakan listrik, dan itu gratis,”

Selasa, 25 Apr 2017 12:19 WIB

Menara PLN di Poso roboh karena banjir bandang. (Foto: Ist.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Palu– Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Palu,  memberlakukan pemadaman secara bergilir di  Kabupaten Parigi Moutong, Sigi, Donggala dan Kota Palu. Pemadaman  lantaran robohnya menara  transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV yang menghubungkan Poso-Sidera.

Menara nomor 46 itu  roboh  akibat dihantam banjir bandang.  Hujan deras  di kabupaten Poso  menyebabkan sungai Puna yang terletak di Desa Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir Selatan meluap hingga menyebabkan  banjir bandang hingga menyebabkan menara roboh.

Lantaran pasokan listrik  berkurang, PLN Cabang Palu memberlakukan  empat jam menyala dan delapan jam padam. PLN  juga membuka posko bagi warga Palu yang membutuhkan informasi   pemadaman. Menurut petugas posko, Tommy Utomo, posko ini juga dipergunakan melayani warga yang membutuhkan suplay listrik gratis.

“Ya, jadi kita intinya ada posko kita sediakan di kantor Area dan kantor Rayon yang sekitaran  Kota Palu, jadi kalau ada warga yang membutuhkan informasi soal pemadaman bergilir kami siap melayani termasuk juga jika ada warga yang mau mencarger  HP atau power bank kita juga sediakan listrik, dan itu gratis,” kata Tomi, Selasa (25/04/2017).

Tomy mengatakan dibutuhkan waktu 10 hari untuk memperbaiki menara  listrik yang tumbang tersebut. PLN sudah berupaya  mendatangkan menara darurat   dari Makassar dan Gorontalo untuk mengurangi defisit pasokan. Selain itu  PLN menggunakan pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Silae, Pembangkit listrik tenaga Uap (PLTU Mpanau) dan menyewa genset

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Jokowi : Start Up Jangan Dicekik Regulasi

  • Kemendagri Persilakan TNI Gunakan Fasilitas Pemda Untuk Pemutaran Film G30S
  • Kasus Saracen, Alasan Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka
  • Produksi PCC di Purwokerto Capai Ratusan Ribu Butir