11 Tahun Hilang di Arab Saudi, TKI NTB Husnul Hotimah Diduga Alami Sindrom Stevens-Johnson

Direktur Utama RSUP NTB Lalu Hamzi Fikri mengatakan sindrom Stevens-Johnson termasuk kategori penyakit berat yang mengkhawatirkan, dan butuh waktu berbulan-bulan untuk penyembuhan.

Kamis, 06 Apr 2017 16:11 WIB

RSUD Nusa Tenggara Barat, tempat perawatan TKI Khusnul Khotimah. (Foto: Zaenudin Syafari)


KBR, Mataram - Seorang buruh migran asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Khusnul Khotimah (26 tahun) diduga menderita penyakit sindrom Stevens-Johnson, sebuah penyakit kulit yang disebabkan alergi dan infeksi.

Penyakit itu didiagnosa tim dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nusa Tenggara Barat, saat memeriksa Khusnul Khotimah untuk pertama kalinya sejak ia dinyatakan hilang selama 11 tahun saat bekerja sebagai TKI di Riyadh Arab Saudi.

Direktur Utama RSUD NTB Lalu Hamzi Fikri mengatakan sindrom Stevens-Johnson termasuk kategori penyakit berat yang mengkhawatirkan, dan butuh waktu berbulan-bulan untuk penyembuhan. Karena Khusnul berasal dari keluarga tidak mampu, Lalu Hamzi berharap ada pihak lain yang memberikan jaminan pengobatan terhadap pasien itu. Apalagi, kata Hamzi, Khusnul juga didiagnosa menderita anemia.

"Kemarin RSUP sudah melakukan transfusi darah agar HB-nya naik, serta mulai penanganan pengobatan untuk sindrom Stevens-Johnson. Dari pengalaman klinis kita, pengobatan Stevens-Johnson ini agak lama. Bisa berminggu-minggu sampai berbulan-bulan," kata Hamzi Fikri, Kamis (6/4/2017).

Baca juga:


Untuk mengobati penyakit itu, lanjut Hamzi Fikri, Khusnul harus menjalani pemeriksaan kesehatan fisik, uji laboratorium lengkap, pemeriksaan rontgen dan lain-lain. Saat ini Khusnul ditangani dua dokter spesialis kulit dan spesialis penyakit dalam.

Khusnul Hotimah, TKW asal Lombok Tengah baru saja dipulangkan dari Riyadh, Arab Saudi pada 28 Maret lalu. Warga Dusun Otak, Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah itu berangkat ke Arab Saudi pada 2006 dalam usia 15 tahun. Setelah itu, keluarga kehilangan kontak dengan Khusnul selama 11 tahun.

LSM Panca Karsa Mataram menduga Khusnul Hotimah menjadi korban perdagangan orang, karena diberangkatkan sebagai TKI dalam usia yang belum cukup umur, dan indikasi pemalsuan dokumen.

Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh Arab Saudi terus mendalami informasi penyekapan ratusan TKI di Arab Saudi.

Direktur Perlindungan WNI di Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan KBRI maupun otoritas keamanan Arab Saudi belum dapat memastikan berapa jumlah TKI yang mengalami penyiksaan tersebut. Angka 300 orang TKI yang sebelumnya muncul sebagai korban penyekapan, sampai saat ini belum terverifikasi.

"Satu hal yang sudah clear dan sama, semua TKI itu masuk ke Arab Saudi secara non prosedural," kata Lalu Muhammad Iqbal kepada KBR, Rabu (5/4/2017).

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Perpanjangan Pansus KPK Boroskan Duit Negara

  • Saksi Ahli Novanto Sebut KPK Terlalu Dini Tetapkan Tersangka
  • Densus Antikorupsi Polri Ditargetkan Balikan Uang Negara 900 Miliar Lebih
  • Pemkot Medan Ambil Alih Pasar Pringgan