Puluhan Orang Terkena Gas Beracun di Lereng Gunung Ijen

“Itu terdeksi di alat pengamat kawah Gunung Ijen, itu ada yang dinamakan gempa hembusan yang kemudian menimbulan letupan-letupan di air danau kawah Ijen."

Kamis, 22 Mar 2018 09:12 WIB

Korban gas beracun kawah Ijen dilarikan ke klinik Selasa (21/03) malam. (Foto: KBR/ Friska K.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyuwangi- Puluhan  orang yang tengah berada di kawasan lerang Gunung Ijen Jawa Timur, terkena gas beracun. Kepala Bidang kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram mengatakan, kejadian gas beracun dari Gunung Ijen  diperkirkan pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 wib.

Puluhan warga yang terkena gas beracun tersebut langsung di bawa ke Puskesmas Ijen dan Rumah Sakit Umum  di Bondowoso. Gas beracun ini kata Eka muncul, akibat aktivitas danau kawah Gunung Ijen meningkat. Sehingga gas belereng yang mengandung racun muncul ke permukaan dan terbawa angin.

“Itu terdeksi di alat pengamat kawah Gunung Ijen, itu ada yang dinamakan gempa hembusan yang kemudian menimbulan letupan-letupan di air danau kawah Ijen. itu menimbulkan gas yang kemudian ditiup angin itu mengarah ke Kabupaten Bondowoso,” kata Eka Muharram,  Kamis (22/3/2018) di Banyuwangi.

Kepala Resor Taman Wisata Alam Ijen  Sigit Ariwibowo belum bisa memperkirakan  radius penyebaran gas beracun tersebut. Karena sebelum mengeluarkan gas beracun, terjadi ledakan dari dalam kawah. Dan asap yang ditimbulkan dari ledakan itu mengikuti arah angin ke arah barat daya.

Penutupan

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember, Jawa Timur, menutup total jalur pendakian menuju Kawah Ijen sejak Rabu (21/3/2018) malam. Kepala Seksi V BKSDA Wilayah III Jember, Sumpena mengatakan, penutupan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen akan berlangsung sampai waktu yang belum diketahui.

Saat ini BKSDA bersama pihak terkait tengah menginformasikan penutupan jalur pendakian kepada wisatawan yang berada di Paltuding.

“Malam ini kita tutup total sampai waktu yang tidak ditentukan. Saat ini kita sudah hadang pengunjung yang mau naik,” kata Sumpena kepada KBR, Rabu (21/3/2018) malam.

Kata  Sumpena, ada sejumlah dugaan terkait keluarnya gas beracun dari Kawah Gunung Ijen. Yang paling memungkinkan adalah adanya letupan dari dasar Kawah Ijen yang menyebabkan naiknya permukaan air kawah yang disebabkan tingginya suhu di dasar kawah.

“Suhu di bawah itu kan antara 400 – 500 derajat. Memang tidak ada gejala apapun dan tidak bisa diprediksi. Kejadian yang sama pernah terjadi tahun lalu,” jelasnya.

Pantauan KBR di RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso hingga pukul 00.23, sudah ada 2 korban yang dirujuk dari Puskesmas di Kecamatan Ijen. Data terakhir yang KBR peroleh dari petugas medis di Puskesmas Sempol menyebut ada 28 korban yang dirawat.

Hingga saat ini, korban masih terus berdatangan ke Puskesmas Sempol. Sejumlah armada ambulans dari beberapa puskesmas juga telah dikirimkan ke Kecamatan Ijen untuk mengevakuasi korban.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.