Museum Keris Solo Terima Ribuan Koleksi Baru

Dari ribuan bilah keris dan senjata tajam berbagai daerah tersebut, ratusan di antaranya diduga kuat termasuk cagar budaya.

Kamis, 22 Mar 2018 16:11 WIB

Deretan keris dan senjata tajam yang diserahkan ke Museum Keris Solo. (Foto: KBR/Yudha)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Solo - Deretan kotak kayu berisi puluhan bilah keris dan senjata tajam tradisional dari berbagai daerah dibuka oleh Walikota Solo, Hadi Rudyatmo. Satu per satu benda tersebut dikeluarkan dari kotak dan diperiksa secara saksama keasliannya. Turut menyaksikan pula tim kurator Museum Keris Solo serta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. 

Ribuan keris dan senjata tradisional nusantara sitaan imigrasi serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu akan menambah koleksi Museum Keris Kota Solo.

"Kami terima ribuan keris dan senjata tajam tradisional dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan. Keris menjadi cagar budaya yang diakui dunia, lewat UNESCO. Sebelumnya ribuan keris dan senjata tajam ini sitaan bea cukai," kata Rudi di Solo, Kamis (22/3/2018). 


Walikota Solo Hadi Rudyatmo menambahkan, dari ribuan bilah keris dan senjata tajam berbagai daerah tersebut, ratusan di antaranya diduga kuat termasuk cagar budaya. Karena itu menurutnya, benda-benda itu akan terlebih dulu diverifikasi oleh tim kurator dan tim BPCB Jawa tengah.

"Ini akan menambah koleksi di Museum Keris Nusantara di Solo. Total kami terima 1200an bilah, yang kami duga kategori cagara budaya ada 133 bilah. Ini masih akan kami verifikasi keakuratan dan keabsahannya dulu."

Deretan kotak kayu berisi puluhan bilah keris dan senjata tajam tradisional berbagai daerah dibuka Walikota Solo disaksikan tim dari kurator museum Keris dan Tim BPCB Jawa tengah. satu per satu benda tersebut dikeluarkan dari kotak dan diperiksa keasliannya.

Baca juga:

Ribuan keris dan senjata tradisional tersebut menambah koleksi Museum Keris Nusantara di Solo. Selama ini jumlah koleksi keris di museum itu ada 350an bilah. Museum tersebut menjadi salah satu objek wisata baru di Solo setelah diresmikan Presiden Jokowi 2017 lalu.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.