Takut Dibohongi, Warga Ring 1 Pabrik Semen Tuntut Perjanjian Tertulis PT SI

Jika tidak ada perjanjian tertulis, warga khawatir janji PT Semen Indonesia akan meleset, saat pabrik resmi beroperasi nanti.

Rabu, 22 Mar 2017 15:25 WIB

Pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang. (Foto: Musyafa/R2B/KBR)


KBR, Rembang – Warga yang tinggal di ring 1 pabrik semen PT Semen Indonesia di Kecamatan Gunem mempertanyakan komitmen PT Semen Indonesia mempekerjakan warga lokal.

Warga khawatir dibohongi dengan janji perusahaan itu mempekerjakan warga lokal di pabrik semen itu. Mereka menuntut ada perjanjian tertulis mengenai seberapa besar warga lokal yang bisa kerja di perusahaan itu jika beroperasi nanti.

Sumijan, salah seorang warga Desa Pasucen Kecamatan Gunem, mendesak PT Semen Indonesia membuat perjanjian tertulis, menyangkut perekrutan tenaga kerja lokal. Terutama, kata Sumijan, tenaga lokal dari lima desa di sekitar kawasan pabrik.

Jika tidak ada perjanjian tertulis, ia khawatir janji PT Semen Indonesia akan meleset, saat pabrik resmi beroperasi nanti.

"Saya mohon difasilitasi, kalau istilah orang menterengnya MoU. Kalau orang desa, ya surat disegel pakai materai gitu aja, untuk masalah ketenagakerjaan," kata Sumijan di Rembang, Rabu (22/3/2017).

Baca juga:


Kepala Departemen CSR PT Semen Indonesia Wahyudi Heru menjelaskan operasional pabrik semen didominasi tenaga ahli. Itupun harus digabungkan antara pekerja lama dengan baru.

Untuk warga sekitar pabrik, kata Wahyudi, perusahaan kesulitan mencari warga lulusan Sarjana. Paling tinggi rata–rata lulusan SMA atau sederajat. Wahyudi mengatakan tenaga kerja warga lokal rencananya akan disebar ke berbagai anak perusahaan PT Semen Indonesia.

"Pabrik yang didesain dengan tekhnologi terkini itu tidak sembarangan orang bisa menjalankan. Ada keahlian yang harus di-test-kan untuk tenaga–tenaga ini. Pengalaman kami di pabrik semen di Tuban, di Tonasa dan Padang, tidak serta-merta pekerja baru langsung bisa ditempatkan. Biasanya kita mix, antara pekerja baru supaya belajar dulu dan sebagian pekerja yang sudah berpengalaman," kata Wahyudi.

Camat Gunem, Teguh Gunawarman menyatakan sejauh ini belum ada perjanjian tertulis, soal perekrutan tenaga kerja, karena keterbatasan pendidikan masyarakat setempat.

Meski demikian, untuk tenaga nonskill, Teguh siap memperjuangkan agar pemuda Rembang dari kawasan ring 1 pabrik diberdayakan.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU

  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara

Susun Penataan dan Harga Beras, Kemendag Bentuk Tim Gabungan

  • Lantik Dua Staf Ahli, Sri Mulyani Minta Agar Kreatif Kelola Keuangan
  • Tak Miliki UDD, 18 kabupaten/kota di Aceh Krisis Darah
  • FA Kurangi Sanksi Joey Barton

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.