Rusuh LP Jambi, 6 Napi dan 6 Polisi Masuk Rumah Sakit

Upaya kepolisian menghentikan kerusuhan justru mendapat perlawanan dari para napi. Polisi dilempari batu, akibatnya enam polisi mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Kamis, 02 Mar 2017 11:51 WIB

Kebakaran di salah satu bangunan di Lapas Jambi akibat amukan dari napi, Rabu (1/3/2017). (Foto: Usman)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jambi - Kepolisian Daerah Jambi menyiagakan sekitar 250 personel polisi dan dibantu anggota TNI untuk berjaga di Lapas II-A Jambi, pasca kerusuhan Rabu (1/3/2017) malam.

Kerusuhan terjadi saat ratusan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jambi mengamuk dan membakar aula dan kantin Lapas.

Upaya kepolisian menghentikan kerusuhan justru mendapat perlawanan dari para napi. Polisi dilempari batu, akibatnya enam polisi mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Di pihak napi, enam orang mengalami luka-luka terkena tembakan air mata . Mereka terkena tembakan gas air mata yang dilepaskan polisi.

Kapolda Jambi Yazid Fanani mengatakan kerusuhan itu dipicu ketidakpuasan para napi terhadap pelayanan dari pihak Lapas.

"Telah terjadi kerusuhan di dalam Lapas, terkait adanya ketidakpuasan warga binaan dan kondisi Lapas yang sudah over capacity. Korban dari Polri ada enam anggota polisi, terkena lemparan. Dari napi juga ada enam," kata Yazid Fanani.

Akibat kerusuhan itu, aula dan kantin Lapas yang dibakar para napi mengalami kerusakan parah.

Kapasitas Lapas II Jambi yang semestinya hanya untuk 300 orang kini dihuni lebih dari seribu orang napi.

Kapolda Jambi Yazid Fanani mengatakan polisi dan napi yang terluka saat ini tengah dirawat di rumah sakit.

Saat ini ratusan anggota Polri-TNI disiagakan untuk mencegah kerusuhan susulan.

Baca: Wajib Tes Urine, Ribuan Napi Penjara Jambi Demo    

Editor: Agus Luqman  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu