RSUD Gunung Jati Cirebon Kini Bisa Tangani Pasien Thalassemia

Sebelum ada fasilitas Klinik HOT di RSUD Cirebon, pasien thalassemia di Cirebon dan sekitarnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta atau Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Senin, 27 Mar 2017 23:56 WIB

Salah satu kamar di Klinik penanganan thalassemia di RSUD Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Frans Mokalu/KBR)


KBR, Cirebon – Pasien penyandang thalassemia di Cirebon Jawa Barat kini tidak perlu lagi ke luar kota untuk berobat.

RSUD Gunung Jati di Cirebon kini memiliki sarana dan prasarana untuk menangani pasien Hematologi, Onkologi dan Thalassemia, atau diberi nama Klinik HOT.

Thalassemia merupakan penyakit yang bersifat genetik (keturunan) dimana seseorang mengalami kelainan pada sel darah merah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah yang rapuh atau mudah rusak. Pasien penyakit ini harus menjalani penanganan seumur hidup, terutama transfusi darah.

Sebelum ada fasilitas Klinik HOT di RSUD Cirebon, pasien thalassemia di Cirebon dan sekitarnya---termasuk Indramayu, Majalengka dan Kuningan---harus dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta atau Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

"Namun dengan adanya fasilitas ini, keluarga pasien Thalassemia yang dari keluarga kelas menengah ke bawah bisa menghemat waktu dan biaya berobat," kata Direktur RSUD Gunung Jati Cirebon, Drg Heru Purwanto di Cirebon, Senin (27/3/2017).

Heru Purwanto mengatakan dengan penanganan pasien thalassemia di fasilitas Klinik HOT RSUD Gunung Jati, maka mata rantai proses pengobatan penderita thalassemia bisa dipangkas menjadi lebih cepat.

"Sebelum ada Klinik HOT di RSUD Gunung Jati, prosesnya bisa sampai dua hari, karena harus daftar di klinik umum dahulu. Sekarang kita sudah punya kanal khusus untuk penderita Talasemia, penanganannya pun lebih komprehensif. Juga lebih cepat, menjadi hanya sekitar 11 jam," kata Heru Purwanto.

Klinik HOT khusus penderita thalassemia di RSUD Gunung Jati terdiri dari dua ruangan, dengan kapasitas enam bed untuk pasien dewasa dan enam bed untuk pasien anak-anak. Klinik ini ditangani oleh dua dokter spesialis.

Dokter Spesialis Anak RSUD Gunung Jati Cirebon, dr. Taufan Prasetya mengatakan saat ini timnya tengah menangani 32 pasien thalassemia dari Cirebon dan sekitarnya. Puluhan pasien itu didominasi anak usia dua hingga 14 tahun.

"Itu yang tercatat disini, yang datang rutin setiap bulannya," kata Taufan.

Penanganan pasien thalassemia, kata Taufan, tidak cukup hanya dengan tindakan pemberian transfusi darah dan pemberian obat. Melainkan, masih banyak faktor lainnya yang harus dikontrol dan dipantau perkembangannya.

"Disini akan dipantau perkembangan pasien dari segi gizinya, psikologis, dari segi fisiknya. Karena thalassemia berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan pasein," kata Taufan.

Keberadaan klinik khusus thalassemia di RSUD Gunung Jati Cirebon disambut baik keluarga pasien. Seorang warga Kabupaten Majalengka, Yayah Mulyati (36 tahun) mengatakan kini anaknya Ridwan (13 tahun) tidak perlu lagi dibawa ke RSCM Jakarta untuk penanganan thalassemia.

"Anak saya sudah tiga tahun ini, setiap bulan kontrol ke Jakarta. Sekarang sudah bisa di Cirebon," kata Yayah. Ia mengaku senang bisa lebih menghemat biaya transportasi dan akomodasi selama proses pengobatan putranya.

"Biaya pengobatan thalassemia memang sudah ditanggung BPJS. Tapi, buat ongkos bolak-balilk Jakarta, bertiga sama Bapak, ditambah buat makan saja sudah habis lebih dari Rp1 juta. Kalau kontrol di RSUD Gunung Jati cuma habis Rp100 ribu sampai Rp200 ribu, sudah termasuk makan," kata Yayah.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Anggaran Kunker DPRD DKI Rentan Penyelewengan

  • Merasa Difitnah Nazaruddin, Anas Urbaningrum: Dia Dilatih Untuk Berbohong
  • PDIP Akan Pecat Emil Dardak Setelah Resmi Daftar Cawagub Jatim
  • Meski Ada Ancaman Letusan Gunung Agung, Bali Dinyatakan Aman untuk Wisatawan

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"