Razia Lapas Semarang, 25 Napi Positif Narkoba, Tiga Orang Pesta Sabu

"Kami sengaja tidak melibatkan Satgas Kamtib Lapas dalam razia. Kalau dilibatkan saya takutnya juga bocor," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Djoni Priyatno.

Rabu, 08 Mar 2017 23:20 WIB

Ilustrasi pemusnahan sabu. (Foto: ANTARA)


KBR, Semarang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane di Semarang, Jawa Tengah tidak steril dari narkoba. Dari razia yang dilakukan pada Rabu (8/3/2017) pagi, sebanyak 25 orang narapidana dan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang Jawa Tengah diketahui positif menggunakan narkoba.

Puluhan narapidana itu terjaring dalam razia tertutup yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah serta Divisi Pemasyarakatan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah. Razia dilakukan melibatkan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dan Bea Cukai setempat.

Razia dilakukan tertutup, tanpa melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Lapas pada Rabu pukul 5 pagi.

Dalam itu, juga ditemukan tiga orang penghuni Lapas sempat mengadakan pesta sabu di salah satu ruang tahanan, pada tiga hari sebelumnya.

Razia dipimpin Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah Krisno Siregar, dengan melibatkan tiga anjing pelacak. Mereka menyisir tiga blok Lapas, baik Blok Narkoba, Blok Tipikor dan Blok Teroris.

"Dari hasil razia ini ada 25 orang positif methamphetamine hasil cek urine. Kami juga berhasil menemukan 21 unit telepon genggam, dimana handphone itu digunakan sebagai sarana komunikasi, salah satunya mungkin disalahgunakan untuk transaksi narkoba yang dilakukan dari dalam sel," kata Krisno Siregar di Semarang, Rabu (8/3/2017).

Dari razia itu, petugas juga menemukan 17 pipet kaca mengandung sisa-sisa sabu yang digunakan pesta tiga hari sebelumnya.

"Kami juga menemukan satu unit laptop yang ada di depan ini, dan juga menemukan catatan–catatan yang dugaan kami berisi transaksi narkoba dan sejumlah uang," lanjut Krisno.

Kepala Divisi Permasyarakatan Kantor Kemenkum HAM Wilayah Jawa Tengah, Djoni Priyatno mengatakan razia itu sengaja tidak melibatkan Satgas Kamtib Lapas.

"Razia ini betul-betul razia. Ini tidak terbuka, jadi sampai tadi malam kita pantau (informasinya) tidak bocor. Dan kami juga tidak melibatkan Satgas Kamtib kami. Kalau dilibatkan saya takutnya juga bocor. Jadi ini sudah betul–betul operasi yang kita harapkan," kata Djoni Priyatno.

Selanjutnya Polda Jawa Tengah akan melakukan pemeriksaan forensik pada temuan handphone sebagai langkah penyelidikan, dan akan segera ditindaklanjuti jika ditemukan adanya transaksi narkoba.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.