PT Pupuk Iskandar Muda Bantah Sebabkan Ribuan Ikan dan Udang Mati

"Mungkin kita juga gak tahu ada virus baru atau apa yang baru gitu."

Jumat, 31 Mar 2017 20:10 WIB

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Utara, Nuraina, sedang mengambil sampel ikan mati. Pencemaran lingkungan itu terjadi dikawasan desa binaan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Foto: Erw

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Lhokseumawe- PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) membantah mencemari lingkungan warga Desa Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Hal itu menyusul matinya ribuan ikan dan udang milik warga yang sebagian berprofesi sebagai petambak.

Juru bicara PT Pupuk Iskandar Muda, Faisal menjelaskan, pengelolaan limbah PIM sudah sesuai Standar Operasional Perusahaan (SOP).

"Pokoknya gini bang (wartawan-red), kita sudah sesuai prosedur semuanya, debit yang dikeluarkan berapa, terus berapa PPM yang bisa dibuang normalnya ke laut. Nah, itu semuanya sudah sesuai prosedur. Dan, gak ada masalah di situ. Mungkin kita juga gak tahu ada virus baru atau apa yang baru gitu," kata Faisal menjawab KBR, Jumat (31/3).  

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Utara sebelumnya menduga kematian ribuan ekor ikan dan udang milik petambak itu akibat pencemaran lingkungan atau terkontaminasi zat beracun. Dinas juga telah mengambil sampel limbah di sekitar lokasi, termasuk limbah PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) untuk uji laboratorium. Pasalnya perusahaan itu hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari tambak.

Baca juga: Diduga Tercemar Limbah, Ribuan Ikan dan Udang di Area Tambak Aceh Utara Mati  

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.