PMI Cilacap Tanam 10 Ribu Mangrove di Lahan Konservasi

Penanaman untuk mengatasi risiko bencana akibat perubahan iklim.

Minggu, 05 Mar 2017 14:28 WIB

Hutan Mangrove di Klaces, Kawasan Laguna Segara Anakan, Cilacap. (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)


KBR, Cilacap – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menanam 10 ribu bibit mangrove di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Tipar dan lahan konservasi Balai Konservasi Sumberdaya Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Sabtu sore (4/3/2017).

Kepala PMI Kabupaten Cilacap, Andi Susilo mengatakan,kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko bencana di wilayah pesisir. Terutama risiko yang ditimbulkan perubahan iklim seperti banjir rob air laut dan abrasi pantai.

“Ini adalah salah satu program atau satu bagian dari Program Pengurangan Resiko Bencana Terpadu Berbasis Masyarakat di wilayah Pesisir atau Pertama. Didukung oleh PMI Pusat dan juga Amarica Red Croos. Program Pertama sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Penanaman ini merupakan tahap kedua penananaman. Kita kemarin melakukan kegiatan menanam 10 ribu pohon dari 25 ribu pohon mangrove yang direncanakan akan ditanam,” jelas Kepala Markas PMI Cilacap, Andi Susilo, Minggu (5/3/2017).

Andi Susilo menjelaskan, penanaman mangrove di Karangbenda, Kecamatan Adipala merupakan rekomendasi dari Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PSKBL) Institut Pertanian Bogor (IPB). Karang Benda dinilai cocok untuk lahan konservasi sekaligus memacu berkembangnya ekosistem mangrove.

Pasalnya, pada penanaman mangrove tahap pertama di Kelurahan Tegalkamulyan, banyak bibit mangrove yang mati akibat pasang rob yang terjadi di perairan donan.

Andi Susilo menambahkan, pihaknya juga menggandeng Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKDP), Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa. Selain itu, terlibat pula Basarnas Pos SAR Cilacap, SAR Cilacap Rescue, dan puluhan relawan yang fokus pada pelestarian lingkungan hingga siswa SD, SMP dan SMA di Kecamatan Adipala.

Menurut Andi, keterlibatan seluruh pihak itu penting sebagai kampanye untuk menjaga ekosistem mangrove sebagai upaya menanggulangi resiko akibat pemanasan global.


Editor: Sasmito 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu